Mengenal Budaya Kerja Amerika

(Sumber Gambar: https://farm2.staticflickr.com/1842/30495228438_c5322b4f46_b.jpg)

Bandung, ITB Career Center – Setiap tempat memiliki budaya kerja yang berbeda-beda. Jangankan berbeda benua, berbeda negara pun terkadang berbeda pula budaya kerja yang diterapkannya. Perbedaaan budaya tersebut seringkali menjadi hambatan bagi kita yang ingin bekerja di perusahaan asing. Karena perbedaan budaya mencangkup perbedaan etika, perbedaan cara bekerja, perbedaan menyampaikan pendapat, perbedaan cara bersosialisasi dan lainnya.

Salah satu budaya kerja yang mungkin akan kita temui adalah budaya kerja orang Amerika. Banyak perusahaan di Indonesia yang mengambil budaya kerja Amerika yang lebih fleksibel dan tidak terikat. Selain itu, banyak pula perusahaan asal Amerika yang mendirikan perusahaan di Indonesia. Lalu seperti apa budaya kerja Amerika? Dikutip dari christinarebuffet.com, berikut adalah budaya kerja Amerika:

  • Individualis

Amerika terkenal dengan budaya individualis. Bahkan pahlawan-pahlawan super asal amerika selalu digambarkan bekerja sendiri, do it yourself. Faktanya, penelitian yang dilakukan oleh The Hofstede Center, 50 perusahaan di Amerika, memiliki budaya kerja yang individualis.

Dapat menyelesaikan pekerjaan sendiri merupakan sesuatu yang cukup membanggakan di sana. Para karyawan pun ingin diberi kebebasan untuk mencari jalan keluar atas pekerjannya sendiri. Bahkan beberapa karyawan merasa kurang nyaman saat terlalu diatur oleh managernya saat sedang menyelesaikan pekerjaan.

  • Pekerjaan sangatlah Penting

Orang Amerika sangat perduli dengan pekerjaan. Mereka cenderung mendefinisikan diri berdasarkan pekerjaan yang dimiliki. Selain itu, mereka seringkali sulit membagi waktu antara pekerjaan dengan waktu pribadi. Tak jarang hari libur diisi dengan pekerjaan. Menurut penelitian, orang Amerika memiliki waktu bekerja yang cukup panjang. Dalam satu minggu mereka bisa menghabiskan lebih dari 50 jam untuk bekerja.

  • Komunikasi di kantor

Orang Amerika lebih mudah bersosialisasi saat bertemu orang baru. Mereka cenderung lebih mudah membangun komunikasi saat bertemu orang lain. Hal positif lainnya adalah mengenai gaya manager di perusahaan Amerika saat memberikan feedback kepada bawahannya. Mereka cenderung akan memberikan pendapat dengan positif dan lebih mudah dalam memberikan apresiasi kepada bawahannya.

Selain itu, etika saat memberikan kritikan kepada orang lain adalah memberikan kritikan dengan cara positif dan menjawabnnya dengan umpan balik yang lebih positif.

Budaya kerja Amerika memang sangat berbeda dengan budaya kerja yang diterapkan di Indonesia. Jika budaya kerja Amerika bersifat individualis, sedangkan budaya kerja di Indonesia cenderung menerapkan sistem gotong royong atau teamwork.

Walaupun begitu, jika kita sungguh-sungguh ingin bekerja di perusahaan Amerika, mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan budaya kerja yang diterapkan. Maka, pelajarilah dengan sungguh-sungguh agar kita mudah beradaptasi dengan budaya kerja Amerika tersebut. Jangan sampai perbedaan budaya kerja menjadi kendala untuk kita membangun karir (Mar)

 

 

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More