Kiat Hadapi FGD Rekrutmen Kerja ala Air Liquide Indonesia

(Sumber Gambar : https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/4/c/4cb8da1f1cb995ce91ede1598d965ec9b279413b.png)

Bandung, ITB Career Center – Salah satu proses rekrutmen yang sering ditemui adalah Focus Group Discussion (FGD). Bagi sebagian perusahaan, proses FGD merupakan seleksi andalan yang digunakan untuk mengeliminasi para kandidat. Salah satunya digunakan dalam proses rekrutmen Campus Hiring Air Liquide Indonesia 2019 untuk program Management Trainee (MT).

Learning and Development Air Liquide Indonesia, Lasti Dianti mengatakan, pada program MT ini, Air Liquide Indonesia mencari dua kandidat terbaik untuk dua posisi MT. Tahap pertama proses rekrutmen yang harus dilalui oleh para kandidat adalah FGD. Menurut Lasti, FGD dipilih karena sesuai dengan program MT ini.

“Pertama  karena kita mencari kandidat seorang MT  dia harus punya communication skills yang bagus,  dia harus bisa menginterpretasikan informasi dari banyak orang behaviour dia sebagai seorang future leader itu seperti apa. Harus bisa manage and dealing with people, dan itu bisa terlihat melalui seleksi FGD,” jelasnya saat ditemui di sela-sela rekrutmen di Kantor ITB Career Center, Kota Bandung, pada Jumat (26/7/2019).  

Lasti memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan agar dapat melewati proses FGD dengan baik. Pertama, kita harus berani mengemukakan pendapat. Tetapi, tentu pendapat yang kita kemukakan sudah dipikirkan secara matang sebelumnya, jangan sekedar berbicara.

“Before you speak you think, karena kita memberikan pertanyaan, jadi you think. Pikirkan faktor-faktor apa saja yang terkait dengan jawaban tentang pertanyaan itu, baru you speak,” ujar Lasti.  

Kedua,  berikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan pendapat. Karena pendapat orang lain dapat memberikan kita point of view yang mungkin tidak kita pahami atau tidak terpikirkan. Ketiga, harus dapat menginterpretasikan banyak pendapat dari orang lain, menjadi satu simpulan, sehingga informasi dan jawaban yang diberikan itu kaya.

Keempat, menyampaikan pendapat dengan terstruktur. Usahakan untuk mengkomunikasikan pendapat terstruktur mungkin. Tujuannya agar orang mudah paham dengan pendapat kita. Perbedaan pendapat pun tidak masalah, kemukakan pendapat kita tanpa menjatuhkan pendapat orang lain.

“Jangan merasa pendapat kita itu yang paling benar. Tetapi jangan sampai juga merasa tidak enak untuk menyanggah. Tidak masalah menyanggah, jadikan pendapat lawan sebagai masukan untuk kita,” jelasnya.

Kelima, merupakan salah satu yang terpenting adalah tone suara. Kita harus mengatur suara saat mengemukakan pendapat. Jangan sampai terkesan emosi atau menyinggung orang lain. Cara penyampaiannya pun harus dikemas saat kita menyanggah pendapat orang lain.             

“Ada quotes yang bagus ketika kita memiliki pendapat yang berbeda dengan orang lain saat kita argue atau berdebat, Dia bilang begini ‘dont raise your voice, but improve your argument’. Jadi kalau kita beda pendapat, jangan naikan nada suaranyanya,  jangan marah, tetapi kita pikir, perbaiki kontennya, terus ucapkan dengan cara yang tepat. Saya tidak bilang dengan cara yang sangat baik, cukup ucapkan dengan cara yang tepat,” jelasnya.

Setelah mengetahui beberapa tips yang bisa kita terapkan saat mengikuti FGD, ada pula cara meningkatkan kemampuan komunikasi atau berargumen untuk FGD. Menurut Lasti, kita dapat meningkatkan kemampuan tersebut dengan mengikuti organisasi.

“Tetapi bukan hanya menjadi anggota sebuah organisasi, tetapi dia aktif di dalam beberapa program yang ada di situ. Kemudian dia jadi terbiasa untuk mengemukakan ide, nanti dia juga akan terbiasa mendengarkan dari orang lain,  terus dia serap,” ujarnya.  

Lasti menjelaskan, tidak semua orang mampu menyerap informasi dengan baik, perlu orang yang pintar dan punya analisa serta daya tangkap yang tinggi, untuk bisa menginterpretasikan menjadi satu konsep.

“Ada lagi satu quotes yang bagus, ‘smart people always know what to say but wise people know when to say it’. Sebenarnya saya tahu semua orang banyak yang pinter,  tetapi tidak semuanya bijak, kalau orang bijak tahu kapan saat yang tepat untuk berbicara,” tutup Lasti. (Mar)

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More