Menjadi Konselor Karir yang Baik

Dewiyani saat memberikan materi dalam acara Career Center Officer Program (CCOP) 1.0 Batch 4, acara dilaksanakan di Campus Center Timur ITB Bandung selama dua hari pada Senin hingga Selasa, 24-25 Juni 2019. (Dok, ITB Career Center).

Bandung, ITB Career Center – Salah satu layanan pusat karir adalah konseling karir. Beberapa pusat karir di perguruan tinggi memiliki jasa konseling karir untuk membantu mahasiswa atau alumni yang masih kesulitan menentukan karirnya. Kepala Pusat Pengembangan Karir, Universitas Katolik Parahyangan, Dewiyani, mengatakan konseling karir diisi oleh seorang konselor karir.

“Konselor adalah seorang helper yang melakukan proses helping. Relasi yang dibentuk adalah helping realtionship. Konselor harus memiliki karakteristik tertentu, modal dan menguasai teknik konseling,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara Career Center Officer Program (CCOP) 1.0 Batch 4, acara dilaksanakan di Campus Center Timur ITB Bandung selama dua hari pada Senin hingga Selasa, 24-25 Juni 2019.

Proses helping sendiri memiliki arti sebagai suatu proses untuk membantu seseorang agar memiliki kemampuan untuk bertumbuh sesuai dengan arah yang dipilih oleh yang bersangkutan sendiri, untuk dapat menyelesaikan masalahnya dan mengatasi krisis.

Konseling adalah seorang professional helping relationship. Disebut profesional karena konseling didasari oleh kemampuan dan pengetahuan khusus. Seorang konselor harus memiliki kesadaran penuh untuk menganalisa perasaan diri sendiri, harus mengambil jarak agar tahu bagaimana mengembangkan diri dan sadar akan perasaannya sendiri.

“Mereka memiliki karakteristik mampu berperan sebagai model dan memberikan pengaruh bagi orang lain,” ujar Dewiyani.

Dewi mengatakan, seorang konselor harus memiliki modal seperti menguasai teknik konseling, dapat mengkombinasi modal dan teknik menguatkan peran konselor. Konselor menuntun seseorang menemukan jawaban atas permasalahan karirnya, sehingga konselor harus memiliki kematangan emosional, kerendahan hati dan jiwa melayani.

“Modal yang harus dimiliki konselor adalah kepribadiannya,” ujarnya.

Untuk menguatkan kepribadian seorang konselor, terkadang ada beberapa hambatan yang dihadapi. Hambatan terbagi menjadi dua, hambatan yang berasal dari dalam diri dan luar diri. Hambatan dalam diri terdiri atas rasa tidak percaya diri, masih sulit mengolah masalah pribadi, kekecewaan dalam hidup, tidak bahagia. Sedangkan untuk hambatan luar diri adalah lingkungan yang tidak mendukung, baik itu karena tuntutan keluarga, rekan kerja atau bahkan atasan.

“Dasar dalam mengatasi hambatan adalah menerima diri dan lingkungan, mengubah sudut pandang menjadi positif, mau mengembangkan diri dan bersikap professional dan menyadari pilihan profesi dan konsekuensinya,” jelasnya.

Setelah mengatasi hambatan tersebut, konselor akan lebih mampu mengelola diri sendiri dan masalah yang muncul dapat teratasi dengan efektif dan efisien. Sehingga kita dapat membantu orang lain untuk mengatasi masalah. Itu adalah tugas konselor karir yang baik. (Mar)

 

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More