Marak Penipuan Loker Palsu, Lakukan Verifikasi Sebelum Melamar

(Sumber Gambar: https://midrandreporter.co.za/wp-content/uploads/sites/6/2015/11/get-a-job_23706-520x390.jpg)


Bandung, ITB Career Center - Informasi mengenai lowongan pekerjaan akan sangat mudah kita temui secara online. Penyebaran yang begitu mudah terkadang membuat kita kesulitan membedakan mana informasi lowongan pekerjaan yang benar atau tidak yang ternyata adalah penipuan. Penipuan ini dapat kita temukan melalui media sosial, website, hingga dikirim langsung ke email.

Data yang diperoleh dari foresightrecruitment.co.uk, menjelaskan penipuan lowongan pekerjaan ini merupakan penipuan terbesar yang kasusnya terus meningkat setiap tahunnya. Maraknya penipuan informasi lowongan pekerjaan ini sulit dideteksi karena tidak ada penyaring informasi online. Artinya setiap orang akan dengan mudah menyebarkan informasi tanpa adanya verifikasi sebelumnya.

Jika seperti ini, tentu tugas kita sebagai pengguna internet yang harus lebih cermat dan berhati-hati dalam mencari informasi lowongan pekerjaan. Jika terjebak penipuan tersebut, tidak hanya informasi pribadi kita dicuri, terkadang penipu pun meminta sejumlah uang. Dikutip dari randstad.com, berikut adalah beberapa ciri-ciri lowongan pekerjaan yang palsu.

1. Upah yang Tidak Masuk Akal

Salah satu cara mudah mengetahui kebenaran informasi lowongan kerja adalah informasi mengenai upah atau gaji yang ditawarkan. Jika dirasa tidak masuk akal (terlalu tinggi dan tidak sesuai rata-rata upah perusahaan sejenis) bisa diperkirakan bahwa informasi tersebut palsu. Apalagi, banyak diantara kita yang tergiur dengan gaji besar di suatu perusahaan, hal ini dimanfaatkan oleh para penipu untuk menggait korban.

2. Dikirim Melalui Email Pribadi

Setiap perusahaan memiliki domain khusus. Bisanya pengiriman email yang berhubungan dengan pekerjaan pun akan dikirimkan menggunakan domain resmi perusahaan. Jika kita menemukan email mengenai informasi lowongan pekerjaan yang dikirim melalui email pribadi, maka dapat diketahui informasi tersebut palsu. Hal ini memang terkesan kecil, akan tetapi kita harus tetap berhati-hati dan memperhatikan hal-hal kecil tetapi sangat berarti.

3. Diminta Mengirimkan Sejumlah Uang

Penipuan yang marak terjadi adalah korban diminta membayar sejumlah uang. Beberapa alasan yang kerap dikeluarkan oleh penipu agar korban mengirimkan uang adalah pembayaran keperluan transporasi menuju tempat rekrutmen, biaya konfirmasi kehadiran rekrutmen, biaya tes kesehatan, biaya asuransi dan lainnya. Yang perlu diketahui adalah lowongan pekerjaan yang asli tidak pernah meminta sejumlah uang untuk keperluan rekrutmen kepada calon karyawan.

Ketiga hal di atas merupakan ciri-ciri modus penipuan lowongan pekerjaan yang kerap ditemui. Agar terhindar dari segala bentuk penipuan, tentunya kita tidak bisa langsung percaya atas informasi yang kita dapatkan melalui online.

Sangat penting bagi kita melakukan verifikasi terlebih dahulu dengan menghubungi perusahaan yang bersangkutan melalui jalur resmi. Bisa berupa email resmi kantor, menghubungi nomor resmi kantor, bertanya melalui media yang terverifikasi, atau langsung datang ke perusahaan yang bersangkutan. Dengan begitu, kita akan meminimalisir kemungkinan tertipu lowongan pekerjaan palsu.



Komentar



Return to previous page Total view : 264
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More
Career Tips