Cara DBS Atasi Fenomena Job Hopping di Generasi Milenial

Head of Talent Management & Senior Business HR DBS Indonesia, Anna Virenzia Hartojo, saat ditemui dalam acara rekrutmen Management Associate dan Graduate Associate Program di ITB, pada Kamis (14/3/2019). (Dok. ITB Career Center/Mar)

Bandung, ITB Career Center- Fenomena job hopping atau berpindah-pindah tempat kerja di generasi milenial ternyata terus berkembang beberapa tahun terakhir. Survei yang dilakukan oleh Jobvite.com pada 2018, terbukti 51% para pekerja generasi milenial (usia 18-35 tahun) berpindah tempat bekerja setiap 1 hingga 5 tahun pertama bekerja. Angka ini terus naik dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 42%.

Head of Talent Management & Senior Business HR DBS Indonesia, Anna Virenzia Hartojo, membenarkan hal tersebut. Menurut riset bahkan rata-rata seorang pekerja hanya akan bertahan 3,5 tahun pada satu perusahaan. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah kesalahan. Biasanya kebanyakan generasi milenial akan berpindah pekerjaan jika mendapatkan tantangan baru dan kesempatan lebih baik di tempat lain.

“Jadi tidak selamanya salah ya mereka menjadi ‘kutu loncat’. Kalau merasa ada challange dan opportunity lain yang ditawarkan di tempat lain, mereka akan pindah,” jelas Anna saat ditemui dalam acara rekrutmen Management Associate dan Graduate Associate Program di ITB, pada Kamis (14/3/2019).

Anna mengatakan ada tiga hal yang sebenarnya dicari oleh generasi milenial dalam pekerjaan. Pertama, tujuan bergabung dalam perusahaan adalah untuk berkontribusi. Jika generasi milenial merasa dapat memberikan sumbangsih kepada perusahaan, mereka akan betah dan merasa berarti.

Kedua adalah diberi peran. Generasi milenial akan merasa dianggap dan apresiasi jika diberikan sebuah tanggungjawab. Mereka merasa memiliki peran penting dan akan melaksanakannya sebaik mungkin. Ketiga adalah keuangan. Keuntungan yang didapat dari segi finansial pun berpengaruh banyak bagi generasi milenial. Mereka akan mempertimbangkan penghasilan yang didapat hingga kompensasinya.

“Tapi memang yang paling penting adalah yang pertama, biasanya mereka akan melihat kontribusi kepada perusahaan, kalau mereka benar-benar tidak merasa meaningful buat hidup perusahaan, mereka akan punya kecenderungan untuk pindah ke perusahaan ataupun kompetitor lain,” jelasnya.

Bank DBS memiliki beberapa cara untuk memberikan kenyamanan kepada generasi milenial agar mengurangi kemungkinan job hopping. Salah satunya adalah dengan memperbanyak proyek sosial yang memungkinkan karyawannya berkontribusi. Sehingga mereka merasa berkontribusi dan bermanfaat bagi perusahaan.

Selain dengan memperbanyak proyek sosial, ada tiga cara lain yang diterapkan oleh DBS agar generasi milenial betah berkontribusi di DBS. Pertama, DBS terus berinovasi menciptakan budaya kerja yang sesuai dengan generasi milenial. Apalagi, kompetitor permainan kenyamanan di industri kerja terutama banking saat ini bukan hanya bank, akan tetapi mulai berkompetisi dengan fintech atau startup.

“Kalau di sana (startup) lebih mengedepankan inovasi, inovasi itu based project, jadi mereka bener-bener cari eksistensi berupa kontribusi yang nyata dan berproses disitu. Karena itulah DBS juga mulai beradaptasi dengan kultur atmosfer kerja yang diinginkan milenial,” katanya.

Kedua adalah waktu bekerja. Kini DBS sudah mulai menerapkan flexible working hour dan flexible working arrangement. Di mana selama satu hari dalam seminggu, karyawan diperbolehkan bekerja di tempat selain kantor. Selain itu, pada Jumat karyawan diperbolehkan pulang pukul 4. Ketiga adalah konsep open coworking space. Para karyawan dapat bekerja di stu tempat bersama-sama.

“Jadi memang kita paham tuntutan kerja saat ini sangat tinggi, dan kita tidak ingin mengekang teman-teman untuk under pressure, dengan performa yang jelas kami ingin mereka juga lebih nyaman bekerja,” tutup Anna. (Mar)



Komentar



Return to previous page Total view : 355
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More