Enam Kesalahan "Body Language" Saat Interview

(Sumber Gambar : https://www.qerja.com/journal/wp-content/uploads/1-competency-based-interview-questions-560933996d060.jpg)

Bandung, ITB Career Center – Hal yang biasa kita lakukan dalam menghadapi wawancara kerja adalah mencari tahu sebanyak mungkin pertanyaan apa yang biasanya ditanyakan saat wawancara dan jawaban apa yang sesuai dengan pertanyaan itu. Selain mempersiapkan jawaban, sebenarnya ada hal penting lain yang sering kali tidak terpikirkan sebelum menghadapi wawancara kerja, yaitu bahasa tubuh.

Bahasa tubuh merupakan gerakan yang kita lakukan saat wawancara, yang dapat memperlihatkan keadaan kita sebenarnya, apakah kita merasa gugup atau percaya diri saat wawancara. Kesalahan bahasa tubuh ini ternyata dapat menjadi penilaian tersendiri oleh perusahaan dan dapat menentukan diterima tidaknya dalam perusahaan tersebut. Debby Carreau, seorang entrepreneur dan penulis sekaligus pendiri Inspired HR menjelaskan enam kesalahan bahasa tubuh pada saat wawancara kerja, yang dirilis oleh CNBC, yaitu:

1. Kontak Mata

Salah satu hal terpenting dari bahasa tubuh adalah kontak mata. Kontak mata di sini adalah pelamar menatap pembicara dengan seksama dan bertahan lama. Banyak pelamar yang terkadang malu melakukan kotak mata dengan pewawancara. Penelitian yang dikeluarkan oleh CareerBuilder pada 2018 lalu menyebutkan, sebanyak 1675 manager dari 2500 manager yang mengadakan wawancara kerja mengatakan tidak optimal kontak mata merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pelamar saat wawancara kerja.

Hal yang bisa dilakukan untuk melakukan kontak mata secara optimal adalah mulai melakukan kontak mata pada saat awal memasuki ruangan dan bersalaman dengan pewawancara. Pelamar dapat memberikan kesan baik dengan memberikan jabatan tangan, senyuman tulus dan mengoptimalkan kontak mata dengan dengan pewawancara.

2. Postur tubuh

Saat melakukan wawancara kerja, pastikan kita duduk dengan posisi yang tegap dan nyaman. Jangan duduk bermalas-malasan. Duduk dengan postur tubuh yang baik menandakan kepercayaan diri dan ini akan membantu kita pada saat menjawab pertanyaan. Duduk dengan postur tubuh yang benar pun memperlihatkan seseorang memiliki kecakapan jiwa kepemimpinan yang baik.

3. Senyum

Walaupun gugup saat wawancara kerja, jangan lupa untuk tersenyum. Tersenyum saat wawancara memperlihatkan sifat ramah. Hal yang harus diingat adalah jangan senyum berlebihan, lakukan senyum secara alami.

4. Rasa gugup

Gugup merupakan hal biasa pada saat wawancara kerja, tetapi jangan sampai rasa gugup ini membuatmu gagal dalam wawancara. Terlalu gugup berlebih dapat menimbulkan kegelisahan, ini berpegaruh pada bahasa tubuh yang kita tampilkan. Jangan sekali-kali memainkan jari, menggigit bibir hingga memainkan barang di tangan saat wawancara karena gugup. Hal tersebut menjadi penilian tersendiri oleh perusahaan. Untuk menggurangi rasa gugup kita dapat melakukan latihan wawancara bersama teman sebelumnya.

5. Pakaian

Pakaian yang dikenakan, dari ujung rambut hingga kaki, merupakan bagian dari bahasa tubuh. Mempersiapkan pakaian yang baik, rapih, dan sesuai dengan instruksi perusahaan, dapat menjadi nilai lebih saat wawancara.

6. Jabatan tangan

Jabatan tangan merupakan kesan pertama dan terakhir bagi pewawancara. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Beckman Institute mengatakan, jabatan tangan yang kuat akan mengurangi prasangka negatif pewawancara kepada pelamar. Sebaliknya, pelamar akan mendapatkan penilaian positif.

Dapat disimpulkan dari keenam hal di atas, dalam wawancara kerja kita dapat memberikan jabatan tangan kuat, dengan kontak mata yang ramah, tidak lupa tersenyum. Hal sederhana tersebut ternyata dapat mempengaruhi gagal tidaknya kita dalam sebuah wawancara kerja.



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More