PricewaterhouseCoopers Berbagi tentang Tren Berkarir sebagai Konsultan

Bandung, ITB Career Center - Munculnya banyak perusahaan konsultan terbaik dunia, menjadi salah satu incaran karir lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Consulting firms bahkan berlomba-lomba menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan seseorang bergabung dan "betah" berkarir di perusahaan konsultan tersebut.

Sebuah situs karir Vault, yang telah menganalisis lebih dari 100 perusahaan konsultan dunia menyatakan bahwa kultur bekerja, kompensasi, work-and-life balance adalah beberapa faktor penting yang membuat seorang konsultan memilih bekerja di salah satu firma konsultan dalam waktu yang lama.

Hal ini diamini Irwan Rismawan, selaku Advisory Senior Manager PricewaterhouseCoopers (PwC) ketika berbicara pada pekan ITB Company Week yang lalu.

"Kita punya ekspektasi growth yang tinggi setiap tahunnya, dan banyak perusahaan konsultan lain juga demikian. Karenanya, untuk memaksimalkan kinerja konsultan, consulting firm selama beberapa tahun mulai berkompetisi dalam mendapatkan talent, dengan meningkatkan kualitas hidup setiap konsultannya. Meski akan banyak komitmen pergi keluar negeri untuk menyelesaikan suatu proyek, kami menawarkan banyak keuntungan pada lingkungan kerja dan trainingnya. Namun, tak hanya itu, menjadi sebuah perusahaan consulting strategist adalah salah satu keunggulan PwC," ungkapnya.

Irwan menekankan bahwa PwC berbeda dari perusahaan konsultan yang lain karena memiliki industri yang besar dan kesempatan berkembang yang baik di masa depan. Sejak bergerak dari end to end accusation (strategic) pada 2014, PwC mulai memfokuskan pada proyek-proyek organik saja.

"Salah satu konsultan terkemuka dunia, McKinsey bergerak di proyek organik dan inorganik, ia memaksimalkan output klien dengan aktifitas internal yang memungkinkan peningkatan revenue (organic) sekaligus melakukan mergers, acquisitions, dan joint ventures," jelasnya.

"Sedangkan kita, PwC fokus pada proyek-proyek klien yang organik. Mengapa? Karena kita bisa ambil long term project, mulai dari pre-transaction, in-transaction hingga after transaction. Berbeda dari management consultant, kita adalah strategic consultant yang pengerjaannya sampai implementation. Di PwC industrinya lebih besar, kita bergerak di bidang teknologi & digital, telekomunikasi, heatlh care, retail, hingga financial services," tambahnya.

Perusahan konsultan pecahan Booz & Company yang sudah berdiri selama 50 tahun di Indonesia ini telah banyak membantu perusahaan swasta dan negeri di berbagai bidang. Tak hanya bagi lulusan bisnis, berkarir sebagai konsultan ternyata juga menjadi impian banyak mahasiswa teknik di ITB.

"PwC turut mencari talent di bagian consulting technology, terutama di ITB. Alasannya, karena sekarang industri teknologi juga sangat berkembang, dan pola berpikir teknis lulusan ITB bisa dibilang diatas rata-rata" ungkapnya. (Fulca)



Komentar



Return to previous page Total view : 399
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More