Karir di Abad 21: Mempersiapkan Employability bagi Lulusan Baru

BANDUNG, ITB CAREER CENTER - Perubahan pola perilaku (behaviour) setiap generasi disinyalir selalu mengikuti perubahan yang terjadi di dunia industri. Namun, Iwan Kahfi, MEM, MBA selaku Direktur Business Venture Prasetiya Mulya menganggap bahwa perubahan abad-21 merupakan yang tercepat dan terbesar dalam sejarah karir manusia.

"Sekarang impact-nya lebih massif dan lebih cepat. Betapa tidak, dulu penemuan mesin uap lalu penemuan komputer hanya dianggap membantu mempercepat kinerja seseorang. Namun sekarang, perubahannya berimplikasi pada penggantian posisi manusia dengan pengaplikasian data dan teknologi yang lebih mutakir," paparnya.

Dengan perubahan tersebut, Iwan menilai bahwa tuntutan lulusan baru menjadi semakin ketat karena banyak kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang tidak terpenuhi. Saat ini, industri bahkan sudah mulai menerapkan project based recruitment untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerjanya.

"Milenial dituntut mudah berubah karena industrinya cepat berubah. Masuk Perguruan Tinggi misalnya, kita hanya mempelajari satu hal/jurusan saja, apakah itu sudah meng-cover kebutuhan industri? Mungkin tidak. Karena itulah, sekarang dunia karir juga mulai melakukan adjustment berupa pembukaan recruitment yang project based saja, jadi terminnya lebih pendek, selesai proyek ya teman-teman tidak di-hire lagi. Taktik ini dianggap merupakan jalan yang terbaik supaya tidak mengganggu kinerja perusahaan," ujarnya saat ditemui media ITB Career Center di Ruang 9211 GKU Timur ITB.

Iwan mengingatkan bahwa perubahan perilaku perusahaan dan dunia industri abad ke 21 membutuhkan banyak penyesuaian yang tidak bisa dikejar oleh seorang lulusan baru.

"Lulusan baru harus challenging, punya title saja tidaklah cukup. Dunia industri seakan-akan tidak peduli dengan apa yang kamu tahu, tapi apa yang bisa kamu lakukan. Perang talent menjadi semakin nyata karena memang yang dijual adalah skills, bukan berapa IPKnya, secerdas apa IQnya. Kita lihat Blibli.com misalnya, mereka berani meningkatkan tiga kali gaji dengan mencari talent-talent dari Tokopedia," jelasnya.

Dengan kompleksnya dunia industri saat ini, menjadi seorang specialist dengan kemampuan (hardskills) dan keahlian yang terukur adalah kuncinya.

"Yang bisa dilakukan seorang lulusan baru agar tidak hilang dari indeks employability industri adalah dengan menyesuaikan kemampuan kita dengan jenis industrinya. Jika jeli melihat pasar, kita ambil satu atau dua sertifikasi untuk meningkatkan kemampuan kita sebelum lulus," katanya.

"Ambil beberapa short term project untuk memperdalam pengalaman. Terbukti ada banyak lahan yang membutuhkan seorang spesialis, dan itu tak melulu mengenai IT, tapi berkaitan dengan perubahan industri dan perilaku masyarakat/konsumen saat ini. Beberapa posisi seperti market analyst, clean energy specialist, drone manager, seo/sem officer, sosiolog ataupun psikolog industri adalah bidang-bidang yang sedang dicari saat ini," tambahnya. (fulca)



Komentar



Return to previous page Total view : 288
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More