Tokopedia Sambangi Kampus Ganesha untuk Kenalkan Lanskap Ekonomi Digital Lewat Inovasi Teknologi

Menghadirkan tiga pembicara, Herman Widjaja dan Aswin Tanu Hutomo (VP Engineering Tokopedia) serta Samuel Santa (Head of Fintech Tokopedia), Tokopedia TechaBreak ramai dikunjungi mahasiswa dari dalam dan luar ITB. (Dok. ITB CareerCenter/fulca)


 

Bandung, ITB Career Center - Salah satu startup unicorn Indonesia, Tokopedia, mengunjungi kampus ITB dalam seminar bertajuk Tokopedia TechaBreak untuk berbagi terkait lanskap ekonomi digital di Indonesia.

Samuel Santa, Head of Fintech of Tokopedia, menegaskan bahwa perkembangan Internet pada era 90an telah membawa banyak perubahan. Menurutnya, saat itu, inovasi digital serupa Amazon dan ebay, telah mentransformasi cara orang di seluruh dunia dalam berbelanja.

"Amazon itu asalnya diciptakan untuk hanya berjualan buku, segmen pasarnya sangat spesifik, a very niche market. Namun, seiring berkembangnya dunia teknologi dan terutama sosial media, mereka paham, bahwa mengenali lanskap dan budaya ekonomi digital berarti memelihara segmen pasarnya. Lebih jauh, untuk menguasai pasar, kita harus paham dan peduli terhadap kostumer kita sendiri," paparnya.

Hal senada disampaikan oleh VP Engineering of Tokopedia, Herman Widjaja. Ia menilai, tak hanya fokus terhadap kostumer, memiliki growth mindset (pola pikir untuk berkembang) dan kolaborasi adalah beberapa yang patut dimiliki seorang technopreneur.

"Dengan berkembangnya inovasi teknologi, dunia menjadi sangat kompetitif. Kompetitormu akan menandai setiap langkah dan strategimu. Sebelum teman-teman masuk ke Tokopedia pun, ada baiknya mulai dipupuk mulai dari sekarang kompetensi growth mindset, baca berita tentang dunia, lihat dan ikuti perkembangan apa yang menjadi concern utamamu saat ini. Di dunia startup dan fintech, mengenali peluang bisnis untuk kedepannya adalah penting. Wujudkan setiap gagasanmu dan fokus dengan apa yang kamu butuhkan. Namun, tetap, kamu harus fokus pada perkembangan kostumermu," jelasnya ketika ditemui di Auditorium IPTEKS ITB, Senin.

Samuel menambahkan bahwa salah satu yang menjadi bukti bahwa Tokopedia peduli dengan kostumernya, adalah dengan masuknya startup ini ke ranah financial technology berupa reksadana.

"Kita adalah perusahaan yang selalu melihat peluang, namun kita tetap maintain dan peduli dengan kostumer kita sendiri. Kita mulai masuk ke ranah finansial. 4 dari 10 orang, masih percaya pada metode penyimpanan di bawah ranjang. Ini kan butuh di improve. Kita ingin berperan dalam financial literacy. Kita berharap mampu menciptakan inklusifitas finansial, yang kita kerjakan harus membuat Indonesia lebih sehat dan lebih berkembang," ungkapnya.

"Fintech adalah area yang baru di Indonesia, bahkan belum ada ranah hukumnya, it sounds unethical. Tapi, karena kita peduli pada kostumer untuk mengembangkan lanskap ekonomi digital di Indonesia, kita ingin mengembangkan fintech ini dengan benar, dan secara etis. Memelihara privacy setiap kostumer adalah yang paling utama, karnanya, kami turut bekerjasama dengan BI dan OJK," tambahnya ketika ditemui media ITB Career Center. 

(Fulca veda)



Komentar



Return to previous page Total view : 487
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More