Dari Pelacakan Alumni Bidikmisi Hingga User Survey, ITB Career Center adakan Workshop Tracer Study untuk Universitas Sam Ratulangi

Pada Workshop Tracer Study, Dr. Eng. Hanson E Kusuma, Dosen Arsitektur ITB turut memaparkan tentang Analisis dan Statistik Tracer Study kepada Universitas Sam Ratulangi. (Doc. ITB Career Center/fulca)


Bandung, ITB Career Center - ITB Career Center menerima kunjungan Universitas Sam Ratulangi pada workshop Tracer Study di ITB, Kamis (29/11).

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini (28-29 November 2018) diikuti oleh tenaga pendidik serta peneliti tracer study dari Universitas Sam Ratulangi.

Pada kesempatan tersebut, tiga pembicara dihadirkan untik mengisi materi terkait metode, inovasi serta hasil Tracer Study di ITB. Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB sekaligus Dosen Prodi Teknik Mesin, Dr. Eng. Sandro Mihradi menjadi pembicara pertama pada workshop tersebut.

Mengangkat tema Tracer Study Bidikmisi, Dr. Eng. Sandro Mihradi menekankan bahwa penelusuran penerima beasiswa bidik misi merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh Divisi Riset ITB Career Center sejak tahun lalu. Hal ini berguna untuk membaca profil alumni ITB yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi selama kuliah di ITB, baik yang penuh maupun tidak.

"Dari hasil Tracer Bidikmisi tersebut, kami mendapatkan banyak informasi terkait mahasiswa yang mendapatkan bea bidikmisi penuh maupun tidak. Kami menemukan bahwa tahun lalu (responden penerima Bidikmisi angkatan 2010) sebanyak 27% dan tahun ini 36% penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2011 menyatakan bahwa beasiswa tersebut dirasa tidak cukup," ungkapnya.

Dr. Eng. Sandro mengungkapkan bahwa dirinya memahami kondisi tersebut. Lewat interview yang pernah dilakukannya terhadap mahasiswa penerima bidikmisi, banyak dari mereka yang menjadi tumpuan keluarga. Tak jarang, mereka justru mengirim beasiswanya untuk menghidupi keluarganya.

"Yang mencengangkan ternyata 15.6% untuk bea hidup keluarganya, itu berarti memang anak ITB ini menjadi tumpuan keluarganya. Ada yg bahkan berusaha bertahan hidup dengan dua ratus ribu rupiah saja dan itu dicukupkan untuk makan sebulan," paparnya ketika ditemui di Ruang Rapat Lembaga Kemahasiswaan ITB.

"Dari pemerintah, kami mendapatkan dana beasiswa 1 juta rupiah setiap bulannya, untuk setiap penerima beasiswa. Tahun ini, dananya naik lima puluh ribu rupiah. Dari situ di universitas-universitas lain, biasanya yang sampai ke mahasiswa hanya enam ratus ribu rupiah, sisanya untuk operasional bea spp. Namun sebelum dicairkan, kita lakukan survey dahulu, dan kami paham bahwa kebutuhan minimum di Bandung lebih dari itu. Kami berikan Rp 950.000, lima puluh ribu lagi kami kembalikan kepada mereka lewat training, outbound, dan asuransi bpjs," tambahnya.

Selain Tracer Study Bidikmisi, Ketua Divisi Riset ITB Career Center, Angga Dinan, S.Si, MT turut menyampaikan materi terkait kuesioner Tracer Study. Dalam pemaparannya, Angga menyatakan bahwa ada beberapa perubahan dalam kuesioner Tracer Study yang disesuaikan dengan dinamika dunia kerja saat ini.

"Ada beberapa perubahan dalam kuesioner kami. Misalkan tahun ini kami mulai menyesuaikan kuesioner terkait kemampuan (softskills) dengan dinamika Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang kami sadur dari indeks kompetensi World Economic Forum tahun lalu. Kedepannya, kami akan mempertimbangkan untuk menilai kemampuan design dan programer sebagai salah satu kebutuhan hardskill dalam dunia kerja, dengan merujuk pada report WEF terbaru," ujarnya.

Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi turut memaparkan pelaksanaan user survey di ITB.

"Tahun ini user survey inovasinya secara online, dan bisa lebih efektif langsung mengarah kepada atasannya karena kami dapat kontak atasannya melalui data kuesioner tracer study. List pengguna pun sudah lengkap termasuk Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), pemerintah, dan non-government org (NGO)," ungkapnya.

[fulcaveda]



Komentar



Return to previous page Total view : 831
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More