Ketahui Proses Pengenalan Diri dan Pengembangan Karir Lewat Tes Sidik Jari

BANDUNG, ITB CAREER CENTER  - Mengenali personality atau kepribadian diri menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil suatu keputusan. Bahkan, bila tidak diperhatikan, ternyata mampu mempengaruhi masa depan seseorang.

Dedi Priadi, MT., MA., Inventor Tes Sidik Jari Psikologi mengatakan bahwa dalam dunia karir, pengambilan keputusan dengan memperhatikan personality diri dapat memaksimalkan kinerja dan masa depan seseorang.

"Jurusan teknikal sekarang adalah penyumpang karir terbesar di Bank. Bahkan, rata-rata anak ITB yang terkenal memiliki intelegensi yang tinggi ternyata memiliki skala kepribadian yang bisa dibilang rendah, dan ini berimplikasi pada karirnya setelah lulus. Proses pengenalan diri akan mempengaruhi keputusan karir seseorang, bila salah mengambil keputusan akibatnya fatal. Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Ada kemungkinan kebanyakan dari kita tidak atau belum memahami potensi diri sendiri," paparnya.

Lewat sesi training "Career Booster: Pengembangan Diri dan Karir Berbasis Tes Sidik Jari Psikologi "di ITB, Dedi menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang mampu melihat tradisi kerja seseorang. Tes graphology, pengalaman kerja, tes kepribadian, dan cognitive abilities adalah beberapa contohnya.

"Tes melalui graphology itu kesesuaiannya hanya 0.02%, pengalaman kerja hanya 0.13%, dan melalui pengenalan diri 0.22%," ungkapnya.

Tes sidik jari menjadi salah satu alternatif dalam melihat potensi diri. Dedi menyatakan bahwa training sidik jari yang diadakan dalam rangka Career Booster menyambut Wisuda ITB ini dianggap perlu untuk melihat kesesuaian dengan kepribadian dan strengt point dari masing-masing peserta training.

Lebih jauh, alumni Teknik Mesin ITB dan Ilmu Psikologi Universitas Arizona ini menyampaikan bahwa tes sidik jari merupakan tes psikologi yang ilmiah. 

"Sebenarnya, secara garis besar kepribadian seseorang tidak ditentukan oleh lingkungan. Semakin dewasa, pengaruh lingkungan berkurang terhadap perilaku dan kecerdasan manusia. Yang membentuk kepribadian seseorang adalah pengaruh genetik. Sidik jari menjadi medium yang ilmiah dan bisa dilihat secara genetis di setiap manusia," ujarnya saat ditemui disela sesi training, Sabtu (13/10/18).

Mengutip Nicola Longo, Laboran Universitas Utah "The foundations for much of our life as adults are established in our mothers womb prior to birth," dimaknai Dedi sebagai bukti bahwa tes sidik jari merupakan hal genetis yang membawa identitas diri seseorang sejak lahir yang berkorelasi pada kekerabatan sidik jari dengan orang lain, termasuk orang tua dan saudara kandungnya. Dengan membawa gen, hasil tes sidik jari akan mampu membaca preferensi dan dominansi kepribadian seseorang di tempat kerja.

"Tes sidik jari mampu membaca dominansi di otak dan preferensi kepribadian seseorang. Contohnya, jika tes sidik jari menunjukkan emosi yang aktif, maka bisa dimaknai leadershipnya tinggi, sisi kompetitifnya tinggi, dan bisa jadi ini berpengaruh pada kultur kerja yang tinggi dan konsisten. Ingat, dalam hal ilmiah, tidak ada preferensi kepribadian yang baik ataupun buruk, yang ada hanya tinggi atau rendah," jelasnya di akhir sesi training. 

 

Fulca Veda



Komentar



Return to previous page Total view : 259
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More