Tingkatkan Inovasi, Dynapack Asia Regenerasi Lewat Program Apprentice

Bandung, ITB Career Center  ΜΆ  Inovasi menjadi salah satu strategi bisnis yang patut dilakukan oleh perusahaan manufaktur jika ingin bertahan di pasaran industri. Sebagai salah satu pilar utama Dynapak Indonesia, inovasi terkait regenerasi tenaga kerja merupakan salah satu cara perusahaan kemasan ini untuk meningkatkan efisiensi produksinya.

Hal ini dibenarkan oleh Surya Sastrasasmita sebagai Talent Management PT Dynapack Asia dalam industrial presentation di Ruang Auditorium IPTEKS ITB, Rabu (8/8/2018). Dalam kesempatan tersebut, Surya mengungkapkan bahwa inovasi yang dibutuhkan oleh perusahaan bisa dipastikan muncul dari para leader baru yang akan diangkat pada rekrutmen bulan ini.

Talent Management PT Dynapack Asia, Surya Sastrasasmita memberikan industrial presentation dan program rekrutmen apprentice di Ruang Auditorium IPTEKS ITB, Rabu (8/8/2018). (Dok. ITB Career Center) 

"Kami butuh inovasi baru, kami juga butuh regenerasi. Kami yakin inovasi tersebut bisa dicetak oleh leader yang memiliki integritas tinggi dengan kemauan untuk belajar dan berkreasi di perusahaan kami. Karena itulah, kami buka Program Apprentice. Kami berharap mampu menemukan leader yang mampu memberikan kualitas terbaik kepada kostumer dengan seefisien mungkin," ujarnya.

Program Apprentice yang dilaksanakan sejak tahun 1996 sendiri merupakan salah satu program fast track untuk level middle management guna menciptakan leader yang diharapkan perusahaan Dynapack Indonesia. Setidaknya, ada 18 orang dari seluruh perguruan tinggi Indonesia yang lolos pada program apprentice tahun lalu. Untuk memperluas jangkauan produksinya di Asia Tenggara, Eveline Hartono, Recruitment Officer PT Dynapack Asia memaparkan bahwa apprentice menjadi kunci dalam meningkatkan proses bisnis secara regional.

Eveline Hartono, Recruitment Officer PT Dynapack Asia ketika diwawancarai terkait program apprentice di perusahaan kemasan tersebut. Setidaknya, ada 18 orang dari Indonesia yang lolos dan bergabung bersama apprentice dari negara lain tahun lalu. (Dok. ITB Career Center)

"Setelah akuisisi, perusahaan ini makin menunjukkan taringnya. Dynapack adalah perusahaan kemasan yang merajai regional Asia, konsumer kami adalah perusahaan-perusahaan besar yang sudah established, seperti Unilever. Meski automatisasi penting, apprentice tetap berperan penting dalam memperluas jangkauan produksinya di Asia Tenggara. Mereka akan belajar end-to-end business process, sekaligus memahami secara menyeluruh proses teknis dan non teknis di semua divisi yang ada di pabrik Dynapack. Kesempatan untuk training overseas pun sangat terbuka luas," paparnya.

Salah satu apprentice, Haris yang merupakan alumni teknik mesin ITB tahun lalu mengungkapkan, bahwa apprentice akan diberi challenge sehingga mampu menciptakan inovasi, paling tidak di tingkat internal perusahaannya sendiri.

 

Haris, alumni Teknik Mesin ITB ketika memberikan pengalamannya terkait program apprentice di Perusahaan Dynapack Asia. (Dok. ITB Career Center)

“Dulu saya ditempatkan di sales, saya di-challanged untuk mengembangkan bisnis yang baru, tentunya saya harus menciptakan proyek baru, strategi baru, bahkan pendekatan ke kostumer yang baru. Yang menarik, Dynapack itu bener-bener fokus di inovasi, hal ini sangat cocok untuk teman-teman dari ITB yang punya mindset visioner. Apalagi sekarang industri bisnis bukan asal jual omongan, tapi bagaimana kita bisa beri solusi ke kostumer. Terakhir, kesempatan overseas itu benar-benar di-provide, beberapa teman ada yang ditempatkan di Thailand, Vietnam, Singapura, bahkan China," ungkapnya. (fv)



Komentar



Return to previous page Total view : 667
Events & Calendar
    • No Upcoming Event
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More