METI Internship Program, Kenalkan Kultur Bisnis Jepang Pada Anak Muda Dunia

Bandung, ITB Career Center ̶ Besarnya rasio penduduk usia non-produktif daripada usia pekerja muda, mengakibatkan turunnya angka perdagangan di Jepang.

"Tentu kita tahu, bahwa pasar Jepang sedang turun, mengingat banyaknya angka usia lanjut daripada usia produkif. Disisi lain, bisnis kecil dan menengah di Jepang mengharuskan mereka untuk ekspansi ke luar negeri, tapi mereka tidak tahu caranya. Karena itulah pemerintah memprakarsai program METI Internship Program untuk proses internasionalisasi, komunikasi antar kultur, dan mengerti trend global market saat ini lewat anak-anak muda dunia," papar Tomoe Moriya.

 Salah satu mahasiswa ITB menceritakan pengalamannya mengikuti program internship METI di Jepang. (Dok.ITB Career Center)

Tomoe Moriya sendiri merupakan Marketing Advisor Pasona MNC, Kantor Program Internship METI di Indonesia. Ia menuturkan bahwa program internship ini digadang oleh pemerintah Jepang sebagai bentuk internalisasi atau pertukaran ide dan pengalaman dari anak-anak internasional ke Jepang.

“Pemerintah Jepang, dalam hal ini Ministry of Economic, Trade, and Industry Jepang (METI) berusaha memberikan peluang bagi usaha kecil dan menengah di Jepang (small medium enterprises/SME) untuk berkomunikasi dan mengenal strategi marketing luar negeri lewat kehadiran anak muda yang internship di perusahaan mereka. Sebaliknya, melalui program internship METI, anak muda dari berbagai negara akan bekerja sekaligus bertukar pikiran dengan para pebisnis SME di negeri sakura ini, sehingga mereka pun akan belajar kultur bekerja disana,” jelasnya saat mendampingi presentasi METI Japan Internship Program di ITB, Rabu (28/2/2018).

 

 

Tomoe Moriya, Marketing Advisor Pasona MNC, Kantor Program METI di Indonesia, diwawancarai di sela pengenalan Program Internship METI di ITB, Rabu (28/2/2018). (Dok.ITB Career Center)

Menurutnya, melalui METI Japan Internship Program, Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim tertinggi di dunia menjadi salah satu negara yang diincar para pebisnis di Jepang untuk bisa meningkatkan perdagannya di tingkat global.

“Indonesia merupakan salah satu pasar yang menjanjikan, bahkan digadang sebagai Halal Market (pasar halal, red.) terbesar di dunia. Pemerintah kami turut mempertimbangkan pasar tersebut, kami ingin mengenal apa yang menjadi trend perdagangan di negara ini, apa yang mereka gunakan sehari-hari, apa yang mereka makan. Banyak pebisnis kami yang tertarik bertransformasi ke perdagangan terkategori halal, sehingga bisa memperluas layanan dan produksi tak hanya ke luar negeri, tapi juga di dalam negeri. Pariwisata di Jepang, misalnya, sudah mulai aware untuk menarik wisatawan muslim dengan label halal-nya,” ujarnya.

 

 Hingga tahun lalu, ada lebih dari 1000 aplikan yang melamar untuk proses rekrutmen internee di Program Internship METI Jepang.

“Dari 1000 aplikan yang terdaftar di negara OECD ini, kami menjaring sekitar 20 peserta untuk ikut internship di Jepang. Kategori perusahaannya bergerak di bidang manufaktur, IT, dan servis. Tempat kerja yang tersedia di sana, 95%nya adalah usaha kecil dan menengah. Jadi kalau cari perusahaan sekelas Toyota tentu tidak ada,” ujarnya.

Mampu berbahasa Inggris atau Jepang, dan berusia di atas 20 tahun, adalah beberapa kriterianya.

"Itu minimum kriterianya. Kalau bisa berbahasa Jepang, tentu chancenya lebih besar untuk diterima di program ini," ujarnya.

Program Internship METI akan dibuka Mei tahun ini. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi website METI https://internshipprogram.jp/english/

Fulca Veda



Komentar



Return to previous page Total view : 392
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More