Indopoly Cari Talent MT untuk Kembangkan Produk Packaging FMCG

Bandung, ITB Career Center ̶   Bekerja di pabrik manufaktur bukanlah pekerjaan untuk semua orang. Hal ini disampaikan oleh Corporate Talent Management Indopoly Swakarsa Industry, Margareth Dewi Anggraini dalam pemaparannya tentang Program Management Trainee di R.9211 GKU Timur ITB, Selasa (8/5).

“Kerja di pabrik memang tidak untuk semua orang, ada beberapa yang setelah kita hire ternyata merasa tidak cocok, dianggap pekerjaannya maskulin, dan lain-lain. Karena itu, Program MT ini dibuat untuk meng-grooming mereka sekaligus menemukan talent yang nyaman dan passionate untuk mau kerja di manufaktur. Jelas anak-anak teknik, terutama mesin ̶ direct banget dengan kerjaan kita di pabrik,” jelasnya.

Sebagai salah satu produsen packaging perusahaan besar seperti Phillip Morris, Marlboro, Unilever, dan Sinar Mas, Indopoly menekankan bahwa trend bekerja di manufaktur terutama untuk FMCG, akan selalu naik.

“Perusahaan kita jenisnya Business to Business (B2B), klien kita adalah perusahaan-perusahaan besar, seperti Phillip Morris, Marlboro, dan Unilever. Di awal saya pikir perusahaan sekelas Unilever bisa produksi packaging-nya sendiri, ternyata tidak. Fast moving consumer goods (FMCG) trend produksinya masih akan terus naik, plastic masih jadi barang yang dibutuhkan, setiap ada varian baru jelas kita akan dapat orderan dari perusahaan-perusahaan besar ini. Tentunya karir teman-teman juga turut diperhitungkan,” paparnya saat diwawancarai disela-sela proses rekrutmen.

Margareth mengatakan bahwa program MT sendiri sudah berlangsung setiap tahun, guna mendapatkan pemimpin terbaik melalui campus roadshow di berbagai universitas di Indonesia.

“Indopoly Swakarsa Industry menganggap anak MT sebagai agent of change, mereka dianggap mampu mentransformasi perusahaan ke arah proses produksi yang lebih maksimal. MT Program ini sudah berlangsung setiap tahun. Lewat campus roadshow, ke ITB, UI, Undip, UGM, Brawijaya, dan Unpad kita hire future leader untuk jadi manager,” jelasnya.

Margareth menyebutkan bahwa program MT ini kerap disebut program fast track, mengingat banyaknya bidang yang dipelajari oleh seorang MT, tak hanya masalah produksi, tapi juga quality insurance, engineering, accounting, HR, dan produksi.

“Mereka akan pelajari banyak hal. Seorang manager harus lihat semua hal dari berbagai sisi, dia harus memperkecil kerugian dan memperbesar keuntungan di berbagai departemen. Kami percaya fresh graduate dari ITB adalah salah satu yang unggul, mereka flexible dan memungkinkan untuk dibentuk menjadi manager,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa kompetensi anak ITB adalah salah satu yang diperhitungkan dalam proses seleksi program MT. Setidaknya, sudah ada satu orang lulusan ITB dari Program MT yang diberangkatkan studi S2 di Australia oleh perusahaan packaging tersebut.

“Hingga saat ini, kompetensi alumni ITB sangat bagus. Tahun lalu kita sekolahkan satu orang lulusan ITB dari program MT ke Australia dengan anggapan ilmunya akan sangat berpengaruh untuk perkembangan perusahaan. Handi, yang kami berangkatkan ke Australia adalah alumni ITB Teknik Mesin yang menciptakan ide brilian untuk perusahaan dalam mengatasi defect dan gesekan pada mesin pabrik. Hal ini tentu akan bisa mempengaruhi efektifitas produksi kita,” jelasnya. (fv)



Komentar



Return to previous page Total view : 659
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More