Pelajari Pengelolaan ITB Career Center, UNJ Akan Kembangkan Sistem Informasi dan Layanan Konseling Karirnya

Tim Kemahasiswaan UNJ melakukan pertemuan studi banding terkait pengelolaan pusat karir dan lembaga riset tracer study bersama Direktur dan Employer Services ITB Career Center (Dok. ITB Career Center)

Bandung, ITB Career Center  ̶  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengunjungi ITB Career Center dalam rangka kunjungan kerja kemahasiswaan terkait pengelolaan pusat karir dan lembaga tracer study pada Jumat lalu, 19 Januari 2018.

Prof. Dr. Achmad Sofyan Hanif, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ memaparkan bahwa kunjungannya kali ini adalah salah satu agenda yang penting bagi perkembangan sistem pelayanan terhadap mahasiswa di ITB.

“Kunjungan ini penting mengingat kedua kelembagaan ini (pusat karir dan tracer study) sedang ingin Kami bangun. Sejauh ini Kami baru ingin membangun sistem informasi mahasiswa dan alumni UNJ yang bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia untuk membuat sistem pelayanan karirnya, sementara itu pusat karirnya sendiri secara fisik belum ada. Karena itu, Kami ingin belajar kepada ITB Career Center yang telah berpengalaman dalam mengelola pusat karir dan risetnya dengan sangat baik,” jelasnya disela-sela kunjungan di Ruang Meeting ITB Career Center.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Unit Layanan Bimbingan dan Konseling UNJ, Deasyanti, Ph.D., Psikolog. Menurutnya, pusat karir ini masih direncanakan pembangunannya di UNJ sesuai dengan agenda strategis rektor UNJ. Namun, hal terkait pelayanan dan persiapan karir mahasiswanya tersebut difasilitasi melalui bimbingan konseling di bawah kepemimpinannya.

“Unit Layanan Bimbingan Konseling (UBLK UNJ) sejauh ini yang memfasilitasi layanan bagi mahasiswa, dosen dan karyawan. Hal ini terkait dengan konsultasi berkenaan dengan belajar mengajar dan kegiatan sosial, pilihan jurusan dengan kesesuaian minat dan lainnya. Sedangkan untuk karir yang berkaitan dengan pemilihan pekerjaan, Kami belum menggarap bentukan institusinya. Jadi pelayanan karirnya ini masih seputar pengembangan diri sebelum terjun dalam dunia karir, bukan pengembangan karir ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST., MT selaku Direktur ITB Career Center memberikan cindera mata kepada Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Prof. Dr. Achmad Sofyan Hanif, M.Pd. (Dok. ITB Career Center)


Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi memaparkan bahwa perlunya membangun layanan karir dan riset tracer study yang melembaga. Hal ini akan turut mendukung terciptanya lingkungan yang bersinergi satu sama lain. 

“Karena tugas Kita adalah memfasilitasi pelayanan kepada mahasiswa, Kita jangan setengah-setengah. Pengorganisasian dan pelaksanaan layanan karir perlu terlembaga agar berkelanjutan. Untuk UNJ sendiri sudah baik, mau memulai dan mau belajar terus. Kita bisa belajar dan mengadopsi strategi yang dijalankan oleh universitas-universitas lain. ITS misalnya, setelah melakukan kunjungan ke ITB turut mengadopsi 80% sistem kami, dan itu berpengaruh terhadap perolehan response rate tracer study-nya,” paparnya saat memberi materi studi banding dengan Tim Kemahasiswaan UNJ.

Dirinya menambahkan, bahwa banyak potensi yang bisa digunakan dalam memajukan pusat karir dan lembaga risetnya. Pasalnya, media teknologi turut menjadi faktor pendukung dalam menjembatani kebutuhan mahasiswa dengan layanan karir.

“Akan lebih baik kalau Kita bisa memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat millennial saat ini, salah satunya teknologi digital. Strateginya bisa mengembangkan media website pusat karir dulu. Mobile interface yang user-friendly nantinya berguna untuk penetrasi ke target-market yang kita sasar,” ujarnya di akhir pertemuan. (fv)

 



Komentar



Return to previous page Total view : 286
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More