Cerita Strategi Berwirausaha dari Founder Zysku Xena di Workshop Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 1 2017

Menjalankan bisnis dari nol sebagai suami istri, menjadi cerita menarik dalam membangun usaha bagi Ridzki Fakhreza dan Anggi Maulida. Keduanya adalah alumni S1 ITB jurusan Teknik Industri, walaupun saat itu tidak memiliki basic sama sekali di dunia desainfashion, bahkan manajemen bisnis, keduanya bertekad ingin menebar manfaat untuk banyak orang melalui berwirausaha.

Niat baik dan keinginan menjadi wirausaha sukses itu kini sudah tercapai dan tak berhenti dikembangkan hingga saat ini. Keduanya bekerja sama dalam mengembangkan bisnis fashion, Anggi Maulida sebagai creative director, dan Ridzki Fakhreza sebagai Managing Director. Saat ini Zysku Xena sudah memiliki butik di Balubur Town Square dan Jalan Cimanuk. Koleksi Zysku Xena juga bisa ditemukan di Hijabstory yang terletak di Jalan Buah Batu Bandung. Dalam waktu dekat, Zysku Xena akan membuka butik di Jakarta.

Bisnis Zysku Xena diawali tahun 2009 lewat online shop facebook, Anggi dan Ridzki berjualan pakaian second hand vintage. Dari sekian banyak pelanggan, Anggi dan Ridzki melihat bahwa mayoritas dari pembeli produknya adalah memakai hijab. Kala itu tren busana muslim memang sedang mengalami perkembangan pesat. Akhirnya Tahun 2011 Zysku Xena resmi menjual produk fashion muslim. Zysku Xena memiliki karakter feminine and smart casual. Zysku diambil dari bahasa Polandia yang artinya profit, dan Xena adalah tokoh wanita dari legenda Yunani kuno dengan karakter cantik dan Tangguh.

Awalnya, Anggi Maulida yang memang tertarik di dunia desain dan fashion, belajar secara otodidak mengenai modest wear. Untuk terus mengasah skill desainnya, Anggi akhirnya memutuskan untuk sekolah desain di Islamic Fashion Institute, dan lulus tahun 2017 sebagai salah satu lulusan terbaik. Islamic Fashion Institute (IFI) adalah sekolah fashion islam pertama di Indonesia dengan kurikulum standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI) yang spesifik berpedoman kaidah islam.

Ridzki Fakhreza selaku Managing Director, menceritakan kisah membangun dan mengembangkan bisnisnya bersama sang istri. Ridzki memaparkan bahwa mereka-pun pernah merugi, namun hal itu tak membuat patah semangat dalam berwirausaha. Menurutnya ada banyak mental yang harus dimiliki seorang entrepreneur. Banyak kasus ingin berwirausaha tapi takut memulai, padahal seharusnya dimulai saja, jangan banyak menunda.

“Jadi wirausahawan itu harus kuat, kalau barang yang dijual tidak laku di pasaran misalnya, jangan terus mikirin kerugiannya, tapi harus cari solusi. Boleh sedih, tapi jangan dipikirin terus sedihnya.” Terang Ridzki kepada seluruh peserta workshop.

Workshop Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 1 2017 diikuti oleh 81 peserta pada hari Sabtu, 30 September 2017, yang terdiri dari mahasiwa/i Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), mahasiwa/i Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), mahasiwa/i Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI), mahasiswa/i Bidikmisi, mahasiwa/i Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, dan mahasiwa/i Master of Business Administration (MBA) ITB. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB di Ruang 9211 Institut Teknologi Bandung.

Menanggapi Workshop Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) I tahun 2017, Noviatni Dwi Utami, S.Psi, MBA, selaku panitia mengharapkan workshop ini bisa membuat mahasiswa PMW dan PKMI ITB dapat lebih serius dan tekun dalam menjalankan bisnis mereka masing-masing.

“Dengan workshop wirausaha yang diadakan ITB Career Center, semoga peserta workshop masih menjalankan wirausahanya setelah lulus dari ITB, dan sukses di kemudian hari” papar Novi.

(Shinta Wulan Anggraeni)



Komentar



Return to previous page Total view : 300
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More