ICCN Summit 2017 Ajak Peserta Amati Pengembangan Pusat Karir di Singapura

Bogor, ITB Career Center  ̶  Ryan Ang Peow, kepala Career Advisors of Center for Future-ready Graduates dari National University of Singapore hadir sebagai narasumber utama dalam perhelatan ICCN SUMMIT 2017 hari kedua di Bogor, untuk membagi pengalamannya dalam pengembangan pusat karir di Singapura.

Dalam keynote speech-nya, Ryan Ang Peow menegaskan bahwa pertemuan ICCN ini menjadi ajang yang cukup krusial untuk membantu mengembangkan pusat karir di Indonesia. Ia mengatakan bahwa di NUS, pendekatannya lebih kepada peer review karena kebanyakan mahasiswa tidak mendengarkan penasihat karir, tapi sesama temannya. Peer review dan feedback mahasiswa inilah yang membantu pengembangan pelayanan pusat karir di Kampus NUS.

Berbeda dengan di Indonesia, ia menekankan bahwa pusat karir di Singapura menerapkan pengembangan karakter mahasiswa untuk persipan berkarir sejak masuk kuliah. Hal ini dikerjakan melalui program Roots & Wings selama dua tahun pada Center for Future-ready Graduates (CFG) yang dikembangkan melalui riset psikologi dan neuroscience.

“Di NUS, Kami lebih melihat personal tiap mahasiswanya, kelebihan, kekurangan, dan visinya, untuk mencari kesesuaian karakter mahasiswa dalam memilih karir di dunia professional. Misalnya, personal mahasiswa mesin tentu berbeda dengan mahasiswa seni, personal seseorang tidak cocok dengan yang lain dan ini perlu dikembangkan,” ujarnya saat memberi sambutan di Gedung IPB International Convention Center, Rabu (13/9/17).

Tim konsultan karir di NUS juga merancang berbagai program konsultasi karir dengan metode design thinking. Metode ini menjadi skema yang paling memungkinkan pusat karir untuk menekankan pada kesadaran diri mahasiswa, membekali kebutuhan karir mahasiswa di masa depan, dan menarik solusi untuk permasalah lapangan kerja yang kompetitif di Singapura. “Kami terhubung secara intense, dengan asumsi setiap mahasiswa dianggap memiliki sumber daya yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Ini pula yang menyebabkan banyaknya mahasiswa yang datang ke pusat karir kami. Padahal, SDM di pusat karir kami cukup sedikit,” terangnya.

Pusat karir di NUS juga mulai mengembangkan portal aplikasi kerja AI dengan profil ter-customized untuk mengatasi keterbatasan waktu pelayanan dan kebutuhan bertatap muka dengan klien/mahasiswanya. “Kami memberikan guidance dimana setiap mahasiswa diharuskan mempersiapkan hal-hal dasar sebelum kami jadwalkan sesi tatap mukanya. Semua bisa dilihat di portal online Future-ready Graduates NUS,” tambahnya.

Di akhir pidato sambutannya, Ryan Ang Peow turut mengajak peserta ICCN Summit 2017 yang datang dari berbagai pusat karir di Indonesia untuk memanfaatkan teknologi dan portal media online dalam mengembangkan kualitas karir lulusan perguruan tinggi, agar tercapai target kebutuhan pasar kerja di Indonesia. (Fulca Veda)



Komentar



Return to previous page Total view : 519
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More