Enam Poin Kunci dari Membangun Networking Skill

Salah satu tampilan dari pemaparan oleh Ibu Mutiara L Purba dalam acara Saturday Lesson: Personal Branding and Realtionship Skill secara daring. (20/03/2021)

 

Bandung, ITB Career Center - Masih dari acara Saturday Lesson: Personal Branding and Relationship Skill, pada 20 Maret 2021 dengan pembicara Mutiara L. Purba, Head of Relationship & Partnership di Blibli.com. Untuk topik bahasan kedua, Mutiara lebih suka menyebutnya sebagai “networking skills” daripada “relationship skills”. Ia berkata bahwa kemampuan membangun network atau relasi ini berhubungan erat dengan bagaimana kita “menjual” reputasi yang telah kita bangun dengan personal branding. Empat hal yang diperlukan dari networking skill ini adalah: kemampuan interpersonal, kemampuan komunikasi dengan active listening, kemampuan berbicara di depan publik, dan kemampuan sosial dengan empati. Bagaimana caranya? Enam poin kunci dari membangun networking skill adalah sebagai berikut:

  1. Cari seorang power contact atau orang penting yang dapat menghubungkan kita dengan sebuah komunitas yang ingin dimasuki.
  2. 5’ Know – Like – Trust. Pembicara menyatakan bahwa 5 menit pertama kita berbicara dengan orang baru adalah kesempatan yang krusial untuk membuat mereka mengenal, menyukai dan mendapatkan kepercayaan mereka. Hal inilah karena sadar atau tidak, manusia sering menggunakan first impression sebagai dasar dari penilaian lainnya untuk orang lain.
  3. Menjadi active listener. Kemampuan mendengarkan memang sering dipandang sebelah mata, tapi sebenarnya penting untuk membangun kemampuan berkomunikasi agar kita dapat lebih mengerti lawan bicara. Kemampuan menjadi pendengar aktif ini termasuk juga kemampuan bertanya hal yang tepat.
  4. Give value. Untuk membangun kepercayaan orang lain, setelah memahami apa yang lawan bicara sampaikan. Coba untuk memberikan value, tawarkan apa yang dapat kita lakukan untuknya, beri solusi pada permasalahan yang disampaikan lawan bicara.
  5. About them, not me. Satu hal yang penting pada tahap membangun relasi ini, buat pembicaraan tentang mereka. Ini berhubungan juga dengan poin nomor 4 bahwa kemampuan mendengar comes first, baru kemudian kemampuan berbicara.
  6. Follow up. Setelah berhasil mendapatkan relasi, jangan lupa untuk follow up agar mereka tidak lupa dengan diri kita. Hal ini berlaku juga bagi relasi yang telah kita punya. Hal sesederhana menanyakan kabar kawan lama dapat menjadi awal dari relasi-relasi berikutnya.

Pemaparan materi selama satu setengah jam dan sesi tanya jawab selama kurang lebih 30 menit ini ditutup dengan kesimpulan bahwa dalam membangun personal branding dan networking skill bukan sesuatu yang dapat dibangun dalam semalam. Butuh proses panjang, terkadang sampai bertahun-tahun untuk membangun sebuah reputasi yang baik. (Salma Febriyanti Humaera)



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More