IB Talk MM Prasetiya Mulya : Mengenal Graduation Anxiety

 

Kegiatan Graduation Anxiety : Knowing the Drill to Get Your Dream Job Courageously, IB Talk MM Prasetiya Mulya yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (6/10/2020)

Bandung, ITB Career Center- Anxiety adalah kecemasan yang kita rasakan karena kita takut akan sesuatu, khawatir atau tegang sehingga muncul pikiran-pikiran yang meresahkan. Hal ini disampaikan oleh Student Counselor Universitas Prasetiya Mulya, Fatimah Muthahirah saat memberikan materi dalam acara Graduation Anxiety : Knowing the Drill to Get Your Dream Job Courageously, IB Talk MM Prasetiya Mulya yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (6/10/2020)

Fatimah mengatakan, dalam dunia pendidikan, mahasiswa yang akan lulus atau yang baru saja lulus kuliah, biasanya merasakan anxiety atau disebut dengan graduation anxiety. Graduation anxiety bukan sesuatu yang baru, kebanyakan orang-orang merasa cemas menjelang kelulusan atau setelah kelulusan karena belum mengetahui dunia luar. Kebanyakan mereka merasa dunia setelah kelulusan adalah dunia yang kejam.

“Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi, kita merasa tidak ada mentor atau siapapun yang bisa membimbing. Jadi kita benar-benar merasa sendiri,” jelas Fatimah.

Fatimah mengatakan bahwa kecemasan adalah bagian dari kehidupan kita. Dengan memiliki kecemasan sebenarnya kita akan lebih bersikap hati-hati. Kecemasan ini adalah hal yang normal dan wajar, namun jika berlebihan dapat menjadi depresi.

“Jika kecemasan terjadi secara berlebihan dan membuat kita overthinking, ini sudah tidak baik. Sesuatu yang memang tidak bisa kita kontrol kalau itu dibiarkan terus menerus bisa menjadi depresi,” jelasnya.

 

Graduation anxiety dapat disebabkan oleh beberapa hal, pertama adalah adanya tekanan untuk mendapatkan pekerjaan, bisa jadi dari orang tua atau diri sendiri. Kedua adalah perasaan sedih karena meninggalkan kampus, meninggalkan temen-temen yang sudah familiar dengan kita. Selain itu, kita cemas tidak mendapatkan temen-temen yang bisa cocok seperti saat kuliah.

Ketiga adalah krisis identitas, karena biasanya di dunia kerja sistemnya sangat kompleks dan merubah pola yang selama ini kita lakukan. Kemudian masa transisi dari dunia kuliah ke dunia kerja di mana semua serba kompleks dan penuh ketidakpastian.

“Bisa jadi orang terdekat kita juga merasa cemas, tetapi tidak disampaikan. Apalagi, tiba-tiba muncul pandemi, ketika mencoba membangun kepercayaan diri dan semangat untuk mencari kerja ditengah kecemasan, kemudian runtuh karena pandemi,” ujarnya.

Perubahan akibat pandemi memang sangat drastis dan tiba-tiba. Hal ini dapat meningkatkan kecemasan kita lebih tinggi dibandingkan biasa. Banyak hal yang telah kita rencananya selepas kelulusan seperti mencari pekerjaan, mencari pengalaman, dan lainnya menjadi berantakan. Apalagi tidak ada yang bisa diprediksi dengan adanya pandemi.

“Mungkin saya bisa memahami kita yang ragu tentang masa depan kita,” ujarnya.

Menurut Fatimah, hal yang bisa kita lakukan agar tidak terjadi kecemasan berlebihan adalah menerima kenyataan, memanfaatkan waktu untuk belajar tentang diri sendiri, mencari pekerjaan sekaligus melatih kemampuan, dan membangun ketahanan diri. Dengan begitu, kita sedikit demi sedikit menyalurkan tenaga saat cemas dengan mmempersiapkan diri lebih baik. Sehingga kecemasan yang muncul tidak akan menjadi depresi. (Mar)

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More
Career Tips