Sharing Alumni PMW X TOP, Tips Cari dan Pertahankan Peluang Berbisnis di Era Pandemi

 

Founder Syamaita, Delita Nursyafitri Amalia saat berbagi pengalamannya dalam berbisnis dalam Alumni Sharing PMW X TOP ITB, secara daring pada Jumat (25/9/2020). 

Bandung, ITB Career Center- Peluang muncul karena adanya suatu masalah, hal ini disampaikan oleh Founder Syamaita, Delita Nursyafitri Amalia. Menurutnya masalah yang muncul bisa kita ubah menjadi suatu peluang. Salah satu contohnya adalah masalah yang timbul akibat pandemi, di sini ada beberapa peluang bisnis baru yang dapat kita ambil, terutama dalam bidang fashion. Syamaita sendiri merupakan brand produk fashion dan jasa wedding organizer.

 

Dalam bidang fashion, keuntungan Syamaita sempat berkurang. Produk Syamaita sebelumnya berfokus pada fashion untuk berpergian, tetapi sekarang orang lebih memilih di rumah saja. Sehingga Delita mencoba produk-produk baru seperti pakaian untuk di rumah dan hijab instan.

“Contohnya fashion yang berubah karena pandemi. Karena banyak orang yang memilih di rumah aja, sekarang preferensi dan lifestyle bener-bener berubah. Akhirnya kita coba untuk ubah produk menjadi produk nemenin di rumah aja. Kita coba cari peluang dari situ,”ujarnya saat menjadi pemateri dalam acara Alumni Sharing Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) X Technopreneurship Orientation Program (TOP) Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB, secara daring pada Jumat (25/9/2020).

Setelah menemukan peluang, ada beberpa tantangan yang akan kita hadapi. Delita mengatakan, beberapa tantangan yang akan kita hadapi terutama saat mendapatkan peluang baru dalam dunia fashion adalah mengetahui minat pembeli, menghadapi persaingan pasar dan keberlanjutan, kebutuhan pembeli terhadap produk, ketertarikan pembeli terhadap produk, apakah produk dapat bersaing dengan kompetitor dan apakah produk dapat bertahan lama setelah pandemic berakhir.

“Kita harus pertimbangkan, misalanya sekarang banyak banget yang lagi tren kopi, kopi semua, tapi nanti setelah tren berubah apakah akan tetap bertahan atau tidak,” ujar Delita.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ada beberapa hal yang dapat kita persiapkan. Pertama adalah menentukan target pasar dengan tepat. Kedua, meningkatkan daya saing produk, kita harus membuat produk dengan harga terjangkau tetapi berkualitas, tentu kita harus dapat mempertangung jawabkan harga yang kita patok untuk suatu produk. Ketiga, menentukan strategi promosi yang tepat. Keempat adalah mempelajari cara komunikasi promosi.

“Di bidang fashion target pasar berubah-ubah, kadang saya buat produk untuk remaja, kadang buat produk untuk ibu-ibu. Untuk menentukan produk yang sesuai, saya banyak melakukan survey kompetitor dan survey operasional. Jadi dua hal ini selalu saya terapkan saat mulai produksi produk yang baru,” jelasnya.

Survei kompetitor terdiri atas, pertama preferensi konsumen terhadap variasi produk kompetitor, hal ini dilihat dari bentuk, warna, ukuran dan harga. Kedua, tingkatkan kualitas kita diatas produk kompetitor yang sudah beredar di pasaran.

Ketiga, mempelajari strategi branding dan promosi kompetitor yang paling efektif, kemudian kita terapkan dan kembangkan menggunakan versi kita. Keempat adalah cara penyampaian dalam menawakan produk, termasuk di dalamnya penyajian gambar atau video katalog, hingga kata-kata yang meningkatkan minat pembeli.

“Biasanya aku lihat produk yang paling laku dari kkompetitor tuh warna apa dan lainnya. Kadang aku juga suka beli produk kompetitor untuk dibandingkan dengan produk aku” jelas Delita.

Sedangkan survey operasional yaitu pelajari jenis-jenis bahan baku beserta harganya secara langsung, mengetahui teknik pembuatan produk hingga biaya pembuatan produk yang harus dikeluarkan, dan perhitungkan biaya-biaya lainnya seperti biaya investasi awal, biaya tetap dan biaya variable.

Diantara semua itu, Delita mengatakan hal yang paling penting setelah kita mempelajari teori di atas adalah berani memulai. Semua hal akan bisa dijalani dengan baik jika kita berani mulai mencoba.

“Untuk bidang fashion kita bisa mencoba dengan membuat sample produk dan menjualnya. Dari situ kita akan tahu produk yang paling laku di pasaran. Jika tidak mulai kita tidak pernah tahu, setidaknya kita bisa mulai survey harga bahan, vendor kita datengin satu-satu, liat kualitasnya. Baru kita dapat memproduksi produk lebih banyak lagi,” tutup Delita. (Mar)

 

 

 

 

Alumni Sharing PMW X TOP 2020 dengan tema "Peluang dan Tantangan Membangun Startup di Era Pandemi" ini merupakan puncak acara dari rangkaian pelatihan untuk peserta PMW X TOP 2020. 

 

 

 

 

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More
Career Tips