Menjadi Pendengar Yang Baik untuk Tingkatkan Karir

sumber foto : https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/magazine.job-like.com/magazine/wp-content/uploads/2016/08/16150803/kerjaan12.jpg

Bandung, ITB Career Center – Kemampuan mendengarkan yang baik ternyata dibutuhkan di tempat kerja. Contohnya saat kita sedang berbicara dengan rekan kerja mengenai hal yang penting, tetapi selama percakapan, orang yang kita ajak bicara sedang memeriksa email, membaca buku, atau asik dengan ponselnya, bagaimana perasaan kita?

Nyatanya manusia lebih senang berbicara dibanding mendengarkan. Namun, kemampuan mendengarkan sangat penting dan tentu bisa diasah. Banyak keuntungan yang kita dapat saat dapat menjadi pendengar yang baik. Seperti yang dikutip dari laman Themuse.com, berikut adalah tips yang dapat membantu kita untuk mengasah keterampilan mendengarkan.

Fokus Mendengarkan

Agar menjadi pendengar yang baik, kita harus fokus pada setiap percakapan. Jangan sampai kita mendengarkan sambil mengerjakan hal lain. Luangkan waktu dan pikiran kita untuk hadir sepenuhnya pada saat diskusi. Maka, jika ada seseorang yang berusaha untuk memulai percakapan dengan kita, yang harus dilakukan adalah letakkan ponsel, berhenti mengirim pesan teks, dan tutup buku catatan.

Latih Ekspresi

Seringkali, ketika mendengarkan seseorang, ada kecenderungan untuk bereaksi terhadap apa yang lawan bicara katakan. Misalnya ekspresi wajah seperti mengerutkan alis atau tersenyum. Contoh lain, kita menggunakan bahasa tubuh seperti menyilangkan tangan, kaki bergerak-gerak, atau lainnya. Meskipun kita bermaksud untuk menunjukkan minat pada percakapan, semua aktivitas ini sebenarnya mengganggu lawan bicara. Lebih baik untuk mendengarkan tanpa melakukan hal menganggu. Hindari ekspresi wajah yang ekstrem (terlepas dari apakah itu disukai atau tidak), dan bahasa tubuh yang terlihat gelisah, yang menandakan ketidaksabaran kita dalam mendengarkan pembicaraan.

Minimalisir Gangguan

Gangguan datang dalam berbagai bentuk. Contohnya saat kita menyela percakapan untuk memberikan tanggapan entah itu menyetujui atau ketidaksetujuan. Bahkan ketika kita mencoba untuk menunjukkan empati dengan berkomentar sesekali, "Oh, saya tahu persis bagaimana perasaan kamu." menyela percakapan adalah hal yang salah. Lebih baik kita berikan waktu bicara kepada orang lain tanpa gangguan, baru setelah itu memberikan komentar tentang topik pembicaraan tersebut. Hal ini akan membantu kita meminimalisir gangguan saat melakukan percakapan.


Mendengarkan adalah salah satu keterampilan utama yang dicari pengusaha dalam diri seorang karyawan potensial yang berkorelasi dengan kemampuan memimpinnya. Orang yang dapat mendengarkan rekan kerja dengan baik, akan lebih didengarkan pula oleh orang lain, ini merupakan salah satu ciri seorang pemimpin. Tips di atas dapat membantu kita mengasah kemampuan mendengarkan yang baik di tempat kerja. (Mar)



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More