Dampak Pandemi Corona Terhadap Pekerjaan dan Karir

(Sumber Gambar : https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1800x1200/news/2020/04/425c9c1c22f3873cbd64c3e18908e92e.jpg)

 

Bandung, ITB Career Center – Sudah berbulan-bulan lamanya pandemi Corona berlangsung. Pandemi Corona ini berdampak pada seluruh aspek kehidupan, tidak hanya kesehatan hal lain yang jjuga ikut terdampak adalah karir dan pekerjaan seseorang. Tidak sedikit pekerja dan pelaku bisnis yang kehilangan penghasilan.

Dikutip dari Bbc.com, sebanyak 81% dari tenaga kerja global atau sekitar 3,3 miliar orang harus tidak bekerja karena tempat mereka bekerja tutup dan tidak beroperasi. Hal ini adalah dampak dari pembatasan wilayah yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus, sehingga banyak perusahaan atau industri yang tutup. Dampaknya lagi adalah pekerja harus dirumahkan tanpa gaji, baik secara sementara maupun permanen (pemutusan kerja).

Organisasi buruh internasional, The Internasional Labour Organization (ILO), mengatakan dampak dari Corona terjadi secara global baik di negara maju maupun di negara berkembang. Hampir 200 juta orang bisa kehilangan pekerjaan. Wabah diperkirakan akan menghapus 6,7% dari jam kerja di seluruh dunia selama kuartal kedua tahun 2020. Itu setara dengan 195 juta pekerja penuh waktu yang kehilangan pekerjaan.

Selain itu, ILO mengatakan itu adalah "krisis paling parah" sejak Perang Dunia Kedua. Berdasarkan data, pada akhirnya peningkatan pengagguran global selama 2020 akan bergantung pada dua faktor, yaitu seberapa cepat ekonomi dunia pulih dan seberapa efektif langkah-langkah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan kembali meningkatkan permintaan tenaga kerja.

Di Indonesia sendiri dampak dari pandemi Corona sudah sangat terasa. BBC Indonesia mengatakan dampak dari virus ini bahkan lebih buruk dibandingkan dengan krisis finansial 2008. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dunia akan tersisa hanya separuhnya. Tentu ini pun berpengaruh pada ekonomi di Indonesia.

Selain itu, yang menjadi sorotan selanjutnya adalah efek psikologis seseorang setelah kehilangan pekerjaan selama pandemi ini. Seperti yang dikutip dari BBC Indonesia, secara emosional, kehilangan pekerjaan sangat melelahkan. Suasana diperburuk dengan keadaan lingkungan yang penuh ketidakpastian. Banyak orang akan lebih tertekan.

Adam Benson, psikolog asal New York mengatakan kehilangan pekerjaan kerap kali memberikan kesedihan yang sama ketika seseorang kehilangan orang yang disayangi.. Tahapan emosional dalam berduka atau merasa sedih pun sama. Kesedihan akan diawali dengan rasa kaget dan penyangkalan atas apa yang terjadi, lalu rasa marah dan menawar, kemudian diakhiri dengan penerimaan dan harapan.

Sedang ada di tahap seperti apa kita sekarang? Pemerintah telah mencoba berbagai cara melalui kebijakan dan memberikan bantuan untuk pekerja yang terdampak Corona. Banyak pula organisasi dan individu yang saling membantu satu sama lain. Yang dapat kita lakukan selanjutnya adalah mencoba menerima keadaan dan mulai mencari harapan baru. Mulai untuk kembali menata kehidupan dan meniti karir. Harapannya adalah pandemi ini segera berakhir. (Mar)



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More