Bambang Rudyanto: Kesempatan Untuk Belajar dan Bekerja di Jepang

Bambang memberikan persentasi dalam pelaksanaan Kuliah Umum dan Rekrutmen bekerja di Jepang yang dilaksanakan di Ruang 9211, GKU Timur, ITB, Kota Bandung, pada Selasa (11/2/2020). (Dok. ITB Career Center/Mar)

Bandung, ITB Career Center – Salah satu negara yang menjadi pilihan banyak orang untuk menempuh pendidikan dan membangun karir adalah Jepang. Jepang cukup banyak diminati karena memiliki daya tarik dari berbagai bidang. Selain itu, ada banyak keuntungan yang didapat jika kita belajar atau bekerja di negeri sakura tersebut.

Profesor Wako University Jepang, Bambang Rudyanto mengatakan, banyak keunggulan Jepang yang menjadi daya tarik dibandingkan negara lain, diantaranya kemajuan teknologi yang pesat, kebudayaan yang dipegang erat, sifat orang Jepang yang ramah, negara dengan jumlah kriminalitas rendah, dan lainnya.

Kini kesempatan untuk belajar dan bekerja di Jepang terbuka lebar. Bambang mengatakan negara Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja muda. Jepang tidak memiliki banyak anak muda karena jumlah penduduk yang lebih sedikit dibandingkan kebutuhan perusahaan. Hingga saat ini sekitar 1,5 juta tenaga asing bekerja di Jepang.

“Orang Indonesia menempati posisi nomor dua terbanyak sebagai tenaga asing yang bekerja di Jepang. Dengan pekerja profesional sebanyak 10 persen,” ujarnya saat mengisi Kuliah Umum dan Rekrutmen bekerja di Jepang yang dilaksanakan di Ruang 9211, GKU Timur, ITB, Kota Bandung, pada Selasa (11/2/2020).

Melihat peluang ini, Bambang mengatakan ada berbagai cara untuk kita dapat berkarir di Jepang. Salah satunya dengan terlebih dahulu menempuh Pendidikan di Jepang. Menurutnya, warga negara asing yang belajar di Jepang akan lebih mudah mendapatkan tempat bekerja atau magang. Pemerintah Jepang memberikan 28 jam dalam satu minggu untuk bekerja bagi warga negara asing.

Untuk Pendidikan pun, banyak beasiswa yang ditawarkan. Banyak beasiswa yang dapat kit acari sebelum berangkat ke Jepang. Kita juga dapat mendaftar dan menjalani semester awal pendidikan di Jepang terlebih dahulu, lalu setelah itu mencari beasiswa. Menurut Bambang, banyak beasiswa yang ditawarkan bagi kita yang sudah diterima di salah satu universitas di Jepang.

“Mahasiswa saya, magang di salah satu panti jompo di Jepang. Banyak orang yang suka karena memang orang Indonesia tekenal ramah dan murah senyum. Dari situ, banyak panti jompo di sana yang ingin mempekerjakan mahasiswa asal Indonesia untuk magang,” ujarnya.

Jika ingin langsung bekerja tanpa menempuh Pendidikan di sana terlebih dahulu, kita dapat melamar langsung ke perusahaan. Bambang mengatakan, dirinya akan membimbing tenaga kerja asal Indonesia untuk bekerja di Jepang sebagai seorang professional. Tetapi ada beberapa hal yang harus kita penuhi, salah satunya adalah Bahasa Jepang dengan nilai minimal N3. Selebihnya, saat pertama kali masuk bekerja, kita akan mendapatkan training di tahun pertama. Perusahaan Jepang memang memberikan training kepada karyawan baru, sehingga tidak begitu saja dilepas bekerja.

“Kita pun tidak usah khawatir dibeda-bedakan di sana. Karena kita di sana mendapatkan hak yang sama dengan orang asli Jepang,’ jelasnya.

Untuk itu, penting bagi kita menguasai Bahasa Jepang sebelum berangkat ke Jepang. Ini akan mempermudah kita berinterasi dan hidup di Jepang. Walaupun ada beberapa perusahaan yang menerapkan Bahasa Inggris di kantornya, tetapi banyak pula perusahaan Jepang yang hanya menggunakan Bahasa Jepang. Kita dapat mempelajari Bahasa Jepang di Indonesia.

“Kita dapat belajar terlebih dahulu Bahasa Jepang selama enam hingga delapan bulan, untuk mendapatkan nilai N3 Bahasa Jepang. Baru setelah itu, diberikan arahan untuk bekerja di Jepang,” ujar Bambang. (Mar)

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More