Siapkan Kompetensi Diri Untuk Hadapi Penurunan Relevansi Pekerjaan dengan Jurusan Kuliah

Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB, Sandro Mihradi, dalam acara Millennials Career Talks, yang diadakan di Multipurpose Hall lantai 3, Gedung CRCS ITB, Kota Bandung, pada Sabtu (25/1/2020). (Dok. Lembaga Kemahsiswaan/ Anne).

Bandung, ITB Career Center – Kemajuan teknologi digital, memberikan banyak perubahan terhadap dunia pekerjaan. Salah satunya, banyak perusahaan yang tidak terlalu mementingkan latar belakang program studi atau jurusan calon karyawannya. Perusahaan lebih melihat kompetensi seseorang dibandingkan jurusannya semasa kuliah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB, Sandro Mihradi. Sesuai dengan hasil Tracer Study yang dikeluarkan oleh ITB, setiap tahunnya ada penurunan tingkat relevansi antara jurusan dan bidang pekejaan para lulusan ITB. Setiap tahunnya, tingkat relevansi turun 1 hingga 2 persen.

“Dari hasil Tracer Study, banyak hal yang diukur, salah satunya bagaimana relevansi antar pekerjaan para alumni kita, dengan bidang studi mereka saat kuliah dulu. Ada fakta menarik yang kita peroleh, dari tahun ke tahun ada trend penurunan tingkat relevansi,” ujarnya dalam acara Millennials Career Talks, yang diadakan di Multipurpose Hall lantai 3, Gedung CRCS ITB, Kota Bandung, pada Sabtu (25/1/2020).

Salah satu penyebab banyaknya alumni yang bekerja tidak sesuai dengan jurusannya adalah perubahan teknologi yang tidak diimbangi dengan kesiapan perguruan tinggi. Kurikulum di kampus belum bisa mengikuti perubahan-perubahan yang ada. Apalagi perubahan terjadi sangat cepat.

Walaupun begitu, Sandro menegaskan, tidak boleh ada penurunan kompetensi lulusan. Jika kurikulum belum bisa mengikuti perubahan-perubahan teknologi yang sangat cepat, kompetensi yang dimiliki tidak boleh turun. Maka, persiapan lulusan sebelum memasuki dunia kerja harus disadari semasa kuliah.

“Agar mahasiswa memiliki kesiapan memasukin dunia pasca kampus. Sebaiknya persiapan dilakukan sedini mungkin. Karena saat masuk dunia kerja, yang dilihat adalah kompetensi kita,” jelas Sandro.

Salah satu persiapan yang bisa dilakukan adalah menguasai kompetensi umum, contohnya kemampuan problem solving, team work, kemampuan bahasa asing, dan sebagainya. Menurut Sandro, kemampuan kompetensi umum sangat penting, karena berdasarkan hasil Tracer Study ITB, hal tersebut adalah salah satu penentu kita mendapatkan pekerjaan.

“Kalau kita tanyakan, dari hasil Tracer Study yang sama. Faktor utama menentukan seseorang mendapatkan pekerjaan, pertama adalah interpersonal skill. Sedangkan IPK (indeks prestasi komulatif) ada di nomor enam. Jadi, IPK tinggi tidak menjamin dapat pekerjaan. Apalagi IPK rendah,” jelasnya.

Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri tidak hanya di ruang kuliah, tetapi dengan mengikuti kegiatan di luar kelas. Kompetensi akan dibentuk saat kita mengikuti organisasi, melakukan interaksi terhadap masyarakat, dan lainnya. Kita pun harus mulai menganalisis pekerjaan kita di masa depan dan mempersiapkan kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk menggapai hal tersebut.

“Penting bagi kita untuk mempersiapkan diri kita, untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Dan mmempersiapkan diri kita sebaik-baiknya. Kita harus tahu arahnya kemana dan kompetensi apa yang kita butuhkan,” jelas Sandro. (Mar)

 

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More
Career Tips