Jangan Asal Ambil Resiko dalam Pekerjaan

(Sumber Gambar : https://asset.kompas.com/crops/WFCk1CJaLP1Y02id-VlTvFmNBPI=/0x74:800x474/750x500/data/photo/2018/08/07/1171702051.jpg)

Bandung, ITB Career Center – Setiap pekerjaan memiliki resiko masing-masing. Resiko tersebut harus kita hadapi, agar kita terus belajar dan demi mengasah keterampilan dalam berkarir. Resiko yang dihadapi membuat kita keluar dari zona nyaman, artinya adalah tantangan baru dalam berkarir.

Seperti yang dikutip dari Moster.com, seorang konsultan karir, Jennifer DeWall, mengatakan, resiko membantu kita mencapai potensi penuh dalam diri, resiko adalah bagian mendasar dari perkembangan karir. Akan tetapi, mengambil resiko tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang matang,

Pada dasarnya, pengambilan risiko, mau tak mau dapat membahayakan karir kedepan. Tidak semua resiko dalam bekerja harus kita ambil. Ada kalanya kita menghindari resiko tersebut. Berikut adalah beberapa resiko dalam pekerjaan yang harus dihindari.

  • Melewati batas etika dan bersifat illegal

Setiap orang memiliki keyakinan tentang moral dan etika yang harus dijaga. Jika atasan atau rekan kerja meminta kita untuk melakukan sesuatu yang tidak etis atau bersifat illegal, jangan takut untuk menolak. Jika ada pemaksanaan, kita dapat melaporkannya kepada bagian lain yang berwenang.

Kegiatan yang melewati batas, seperti etika dan bersifat illegal, akan menjadi masalah di masa yang akan datang. Kita tidak seharusnya patuh kepada atasan yang memberikan pekerjaan tersebut, ini bukanlah resiko perkerjaan yang harus kita hadapi. Hal ini malah akan menghancurkan karir kita di masa depan.

  • Tetap Patuhi Aturan

Setiap perusahaan memiliki hierarki dengan aturan tidak tertulis. Aturan tersebut harus kita penuhi, walaupun terkadang kita berada dalam situasi mendesak yang mengharuskan melanggar aturan tersebut. Misalnya, berbicara kepada pers atas nama perusahaan tanpa terlebih dahulu meminta konfirmasi kepada departemen komunikasi, hal ini melanggar peraturan.

Keadaan mendesak tidak boleh membuat kita mengambil resiko, dengan melanggar peraturan. Resiko yang diambil tidak sebanding dengan konsekuensi yang akan kita terima karena melanggar aturan. Bukan resiko seperti ini yang baik untuk karir kita, sebaliknya, melanggar terlalu banyak perarturan akan menghalangi karir kita di perusahaan tersebut.

  • Resiko tanpa perhitungan matang

Resiko harus diambil jika kita tidak ingin melewatkan peluang. Akan tetapi, kita harus memiliki perencanaan matang saat mengambil resiko dalam pekerjaan. Tujuannya, agar resiko memberi keuntungan bagi kita, bukan sebaliknya. Jangan mengambil resiko tanpa perencanaan.

Contohnya saat berdagang, resiko mengambil barang dengan jumlah banyak adalah menghabiskan seluruh modal awal, tentu kita harus memikirkan taktik penjualan yang baik agar modal kembali disertai keuntungan yang besar.

Beberapa hal di atas adalah resiko-resiko yang harus kita hindari. Tujuan mengambil resiko adalah untuk mendapatkan peluang baru dalam berkarir. Akan tetapi, resiko di atas hanya akan menghalangi perjalanan karir kita. Intinya adalah pintar dalam melihat situasi, jika resiko yang diambil dapat memberikan dampak baik bagi kita, maka lakukan. Jika tidak, maka tinggalkan. (Mar)

 

 



Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More
Career Tips