Bangun Legacy Bersama Kraft Heinz

Bandung, ITB Career Center – Kraft Heinz memberikan kesempatan untuk semua karyawan di perusahaan untuk mengasah legacy-nya. Legacy sendiri merupakan nilai utama seorang pemimpin yang membedakan apakah ia merupakan seorang pemimpin atau sekedar penguasa. Hal ini disampaikan oleh People and Performance Director, Dina Sitopu, saat mengisi sesi Career Talks dalam acara Kraft Heinz Goes to Campus. Acara dilaksanakan di Gedung CRCS Kampus ITB, Jalan Ganesha No. 10, Kota Bandung, pada Jumat (29/11/2019).

Dina menjelaskan, Kraft Heinz memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk mengembangkan dan membuat legacy-nya masing-masing. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pemahaman kepada karyawan bahwa saat datang ke perusahaan, kita bukan sekedar bekerja, tetapi kita membuat sesuatu yang berdampak bagi diri sendiri maupun pelanggan.

“Tidak hanya bekerja, kita berusaha untuk membuat impact. Baik itu customer maupun untuk diri sendiri. Buat cerita yang pada akhirnya nanti, kita bisa ceritakan ke anak cucu, dulu papah membuat A, B dan C dengan bangga. Kita percaya bahwa setiap orang yang ada di Kraft Heinz mempunya kesempatan untuk menciptakan legacy-nya,” ujarnya.

Ada dua budaya kerja yang diterapkan di perusahaan ini, yaitu ownership dan meritocracy. Ownership artinya lebih dari menjadi seorang pegawai, kita bertidak sebagai pemilik bisnis, sehingga kita berusaha sebaik mungkin bagaimana untuk memajukan perusahaan kita.

“Kita sebagai owner, pemilik, jadi setiap pekerjaan yang diberikan kepada kita, kita diberikan kebebasan untuk mengaturnya dan menyelesaikan dengan cara kita sendiri. Itu budaya yang pertama,” jelas Dina.

Budaya kedua adalah meritocracy. Budaya ini artinya memberikan penghargaan kepada karyawan sesuai dengan prestasinya. Menurut Dina, saat karyawan menunjukan kinerja yang terbaik, maka perusahaan akan memberikan penghargaan yang terbaik pula.

“Saat kita memberikan dan menunjukan yang terbaik dalam mengerjakan tugas, kita akan diberikan promosi, development, kita diberikan mentor, kita diberikan berbagai hal yang akan mendorong diri untuk lebih berkembang lagi. Jadi selama kita perform, kita akan diberikan reward sesuai dengan perform yang kita berikan,” jelasnya.

Dari dua kebudayaan itu, muncul dua analogi, yaitu bekerja dengan mind (rasional) dan heart (feeling). Menurut Dina, kedua hal itu harus seimbang. Keduanya diterapkan dalam sistem bekerja. Mind dapat diasah dengan pelatihan, pembelajaran, kerja sama tim dan lainnya. Sedangkan heart dapat diasah dengan mengubah metode transaksional (bersifat transaksi semata) menjadi transformasional (melibatkan emosional).

Budaya bekerja seperti ini diterapkan kepada seluruh karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan sepenuh hati. Jika tertarik mengembangkan diri di Kraft Heinz, Kraft Heinz membuka kesempatan untuk bergabung dalam program Kraft Heinz ABC Management Trainee. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui situs resmi kraftheinz.site.staffcv.com. (Mar)

 

 

 

 


Komentar



Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More
Career Tips