Universitas Darma Persada Lakukan Studi Banding ke ITB Career Center

Direktur ITB Career Center, Bambang Setia Budi, menerima kunjungan dari Universitas Darma Persada. Kunjungan dilaksankan di kantor ITB Career Center, GKU Timur ITB, Jalan Ganesha Nomor 10, Kota Bandung pada Rabu (20/11/2019). 

Bandung, ITB Career Center – Universitas Darma Persada Jakarta mengunjungi ITB Career Center dalam rangka studi banding pelaksanaan career center di perguruan tinggi. Disambut langsung oleh Direktur ITB Career Center, Bambang Setia Budi, kunjungan ini dilaksankan di kantor ITB Career Center, GKU Timur ITB, Jalan Ganesha Nomor 10, Kota Bandung pada Rabu (20/11/2019).

Pengurus pusat karir Universitas Darma Persada, Fanny Octaviani mengatakan tujuan kunjungan ini adalah untuk mendapatkan informasi seputar pelaksanaan Job Fair di kampus, terutama untuk perusahaan Jepang.

“Perguruan tinggi kami memang didirikan oleh alumni-alumni pelajar Indonesia yang belajar di Jepang. Selain itu, kita memiliki program studi sastra Jepang untuk S1 dan Bahasa Jepang untuk D3. Sehingga, memang minat mahasiswa terhadap perusahaan Jepang dan bekerja di Jepang cukup tinggi,” jelasnya.

Sebenarnya Universitas Darma Persada telah berfokus pada career di Jepang dengan membuat career center khusus perusahaan Jepang. Walaupun masih dalam lingkup kecil, banyak perusahaan Jepang yang sudah memberikan tawaran kerjasama kepada universitas. Kendalanya adalah saat universitas belum memiliki pemahaman yang betul mengenai kerjasama tersebut.

Berdasarkan pengalaman mengadakan Japan Career Days di ITB dan UGM beberapa waktu lalu, Bambang menjabarkan bagaimana kebiasaan perusahaan Jepang dalam mencari pekerja di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengadakan program persiapan Bahasa Jepang.

“Bagi perusahaan Jepang, Bahasa Jepang sangat penting. Untuk Japan Career Days yang kita laksanakan di ITB dan UGM kemarin, para peserta sudah melaksanakan program persiapan Bahasa Jepang selama enam bulan,” ujar Bambang.

Program persiapan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para calon pekerja agar sesuai dengan standar perusahaan Jepang. Selain itu, perusahaan Jepang lebih menyukai kandidat yang memiliki kemampuan Bahasa Jepang yang baik.

Selain itu, mengenai kerjasama yang dilaksanakan antara universitas dan perusahaan, pihak perusahaan harus lebih cermat mempelajari kontrak yang diberikan oleh perusahaan kepada alumni. Menurut Bambang, kontrak harus dicermati, jangan sampai merugikan alumni atau mahasiswa bahkan merugikan universitas.

“Kemarin ada alumni kami (ITB) yang bertanya soal kontrak bekerja dengan perusahaan Jepang. Dan ternyata kontrak tersebut sangat merugikan alumni. Bahkan alumni tidak bisa keluar dari program tersebut dan harus membayar sejumlah uang untuk keluar dari program. Kalau sudah begini, tidak hanya alumni yang dirugikan, tetapi universitas juga dirugikan,” jelas Bambang.

Berkaca dari kasus tersebut, pihak universitas harus lebih ketat dalam menyeleksi kerjasama antara perguruan tinggi dan perusahaan. Bambang menegaskan jangan sampai ada pihak yang dirugikan dengan adanya kerjasama tersebut. Maka peran universitas untuk menyelamatkan alumni dari kontrak yang merugikan, sangat penting. (Mar).



Komentar



Events & Calendar
    • No Upcoming Event
Frequently asked questions
Mengapa saya tidak bisa login?

Saya lupa username/password, Saya sudah menggunakan fitur "forgot password", mengapa saya masih gagal login juga?

Setelah registrasi saya telah melakukan verifikasi email tapi saya masih belum dapat melakukan login. Apa yang kurang?

More